BANDUNG – Ketua FUUI / Pembina ANNAS KH. Athian Ali menggelar kegiatan silaturahmi bersama Dir Sosbud BIK Brigjen Pol. Arif Rahman di Kantor FUUI Jl. Situsari Kec. Lengkong Kota Bandung, 4 Agustus 2021.

Kegiatan yang berlangsung dengan tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) tersebut dalam rangka silaturahmi dan membahas terkait issue aktual dalam negeri dan menyamakan persepsi/ pandangan untuk bersama-sama menjaga Har Kamtibmas.

Selain Brigjen Arif dan KH. Athian turut hadir juga Kombes Pol. Drs. Ruslan Ependi, M.Si (Dir Intelkam Polda Jabar), AKBP Haeruman, SH, MH (Kasubdit Sosbud Dit Intelkam Polda Jabar), Kompol Roni, SH, M.Si (Perwira Sosbud BIK) dan Kompol. Nurzaman, SH, MH (Kapolsek Lengkong).

KH. Athian Ali, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi Direktur Sosbud BIK serta apresiasi kepada jajaran Kepolisian yang selama ini telah menjaga hubungan baik sehingga dapat terjalin komunikasi yang baik.

“Alhamdulillah, silaturahmi dan kita masih tetap menjaga hubungan baik dengan jajaran Kepolisian hingga saat ini,” ungkapnya.

Ia berpesan dan mengingatkan kepada para jamaah dalam pelaksanaan sholat lima waktu untuk tetap mematuhi protokol kesehatan guna menekan penyebaran covid-19.

“Kita tetap ingatkan kepada jamaah agar disiplin protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Brigjen. Pol. Arif Rahman, memastikan akan tetap menjaga komunikasi untuk menjalin hubungan baik kedepan antara para Tokoh Keagamaan dan Kepolisian untuk menjaga kedamaian dan kondusifitas serta ikut mengedukasi kepada masyarakat terkait Protokol Kesehatan.

“Potensi konflik di wilayah Jabar cukup tinggi, intensitas permasalahan sosial politik cukup tinggi. Oleh karena itu perlunya kerjasama antara para ulama/Tokoh agama dengan pihak Kepolisian,” sebutnya.

Ditempat yang sama, Kombes Pol. Drs. Ruslan Ependi, mengakui bahwa wilayah Jawa Barat banyak aliran-aliran yang bersudut pandang pada radikalisme dan intoleran. Pihaknya mengajak semua pihak bersama-sama untuk menangani permasalahan tersebut.

“Kami juga meminta kepada para tokoh ulama, tetap jaga protokol kesehatan dalam setiap kegiatannya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya.