Jakarta – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS menyakini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih “harap-harap cemas”, meskipun hari ini resmi digelar balapan Formula E.

“Walaupun hari ini balapan Formula E resmi dimulai, namun saya yakin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih “harap-harap cemas”,” tegas Fernando Emas, hari ini.

Menurutnya, target sesungguhnya Anies bukanlah jumlah penonton dan juga jumlah sponsor penyelenggaraan Formula E tetapi dampak penyelenggaraan Formula E bagi ambisi politik untuk ikut pilpres 2024.

“Semoga saja penyelenggaraan Formula E dapat berjalan lancar dan kalaupun rugi tidak terlalu besar,” sebutnya.

Selain itu, ia masih tetap berharap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap menindaklanjuti melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang atas penyelenggaraan Formula E.

“Saya berharap BPK lakukan audit dan KPK tindak lanjuti penyelidikan dugaan korupsi Formula E,” sebutnya.

Fernando juga berharap akan ada penetapan tersangka pasca geleran formula E karena berdasarkan informasi yang pernah diberikan oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi tentang dugaan korupsi dana Formula E.

“KPK harus mengusut secara tuntas dan transparan atas informasi yang diberikan oleh Prasetyo. Jangan sampai masyarakat semakin tidak percaya kepada KPK karena dianggap tidak serius mendalami dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E,” pungkasnya.