Kaltara – Tokoh adat Ds Setulang berkomitmen menjaga dan memelihara situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Kab. Malinau khususnya dan Provinsi Kaltara.

Mereka juga meminta warganya untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh oknum tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah.

“Kami bersama minta semua warga untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing provokasi, serta bersama dengan Polri dapat menciptakan situasi kamtibmas yg kondusif di wilayah Kab Malinau Khususnya dan Prov Kaltara umumnya,” tegas mereka.

Hal itu mereka sampaikan saat pertemuan dan silahturahmi para tokoh adat yang dihadiri Emang Mering selaku Kepala Adat Besar Dayak Kenya Kab. Malinau, Laing Ngau sesepuh Adat selaku mantan Ketua Adat Dayak Kenyah Malinau, Saleh Wang selaku mantan Kepala Desa Setulang, Udau Hansikov selaku Kepala Desa Setulang, Matius Ling selaku Wakil Ketua Adat Desa Setulang, Toh Lenjau selaku Anggota BPD Desa Setulang, Benyamin selaku Ketua LPMD Desa Setulang dan Riang selaku Sekdes Desa Setulang.

Dalam pertemuan tersebut juga, dilakukan mediasi dan dihasilkan kesepakatan mengakhiri perselisihan.

Sebelumnya, Emang Mering menceritakan awal perselisihan yakni saat warga Ds Setulang merupakan migrasi dari Kec Pujungan ke Ds Setulang tahun 1968 dengan harapan warga Dayak Kenyah Maklung yang merupakan warga mayoritas Desa tersebut dapat hidup layak dan tidak terisolir lagi. Karena di daerah asal sangat jauh dari pusat pemerintahan. Dan warga Ds Setulang awalnya meminta ijin untuk menempati sebuah daerah yang belum berpenghuni kepada masing-masing Ketua Adat Desa sekitar dan di arahkan ke lokasi Setulang.

Pada tahun 2013 terjadi pengerusakan terhadap Pondok dan lahan milik warga Desa Setarap yang dilakukan oleh warga Desa Setulang. Dan permasalahan tersebut berhasil diredam melalui kesepakatan.