Rumah Kepemimpinan adalah Institusi strategis yang membina SDM (Mahasiswa) Universitas Indonesia (UI) terbaik guna mencetak Pemimpin muda di masa depan. Sejak tahun 2002 Rumah Kepemimpinan (RK) yang awalnya bernama Program Pembinaan SDM Strategis (PPSDMS) Nurul Fikri telah mencetak 1315 Alumni yang telah berkiprah di berbagai sektor kepemimpinan. Presiden Mahasiswa UI yang aktif mengkritik pemerintah selama ini adalah anak didikan dari RK, sebut saja Leon Alvinda Putra Ketua BEM UI periode 2021 yang telah membuat Postingan melalui akun Twitternya @BEMUI.Official Presiden Joko Widodo sebagai The King of Lip Service, Fajar Adi Nugroho, Ketua BEM UI 2020 yang menilai Jokowi arogan karena membubarkan FPI, Manik hingga Zaadit Taqwa yang melayangkan kartu kuning ke Jokowi saat dies natalis UI.

Vita, mahasiswi alumni UI memberikan kesaksiannya saat dia hendak mendaftar di RK. “Selain harus pinter, Saya baru tahu kalau Saya juga diminta menandatangani surat pernyataan akan mengikuti semua syariah islam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk ke teman, keluarga dan masyarakat. Pola pikir seperti ini yang membuat saya akhirnya mundur untuk mendaftar RK” terang Vita. Menurut seniornya yang dulu bergabung di RK, kita akan ssah keluar dari RK karena telah dikontrak, bahkan setelah lulus kuliahpun terus diwajibkan untuk membina adik-adik di RK dengan ideologi yang sesuai RK. Secara tidak langsung ideologi RK sama dengan salah satu partai di Indonesia, yang terang-terangan menyebutkan bahwa Ihwanul Muslimin adalah simbol pergerakan mereka. Saat ditanya partai apa, alumni mahasiswi UI enggan untuk menjawabnya.

Sumber informasi yang diperoleh, Ketua Yayasan Nurul Fikri yang merupakan lembaga inti dari RK adalah identik dengan PKS. Politikus PKS Suharna Supranata Suharna Suparnata adalah Ketua Yayasan Nurul Fikri yang pernah menjadi Menristek di masa pemerintahan SBY. Dia adalah salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera dan menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS. Dia juga ikut mendirikan Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI). Dan yayasan Nurul Fikri ini juga bisa dijumpai di kota-kota besar Indonesia. Hmm, lagi dan lagi PKS mendapatkan pemasukan besar dari orang-orang PKS dbelakang Yayasan Nurul Fikri ini. Dulu namanya adalah Program Pembinaan SDM Strategis (PPSDMS) lalu berubah namanya menjadi Rumah Kepemimpinan yang Direktur Eksekutifnya adalah caleg gagal PKS bernama Bachtiar Firdaus. Sebagaimana yang viral saat aksi RUU KPK pada tahun 2019, Bachtiar Firdaus adalah penggerak BEM UI, Trisakti dan beberapa BEM lainnya untuk melakukan aksi penolakan RUU KPK.