Jakarta – Bioskop tak harus selalu berada di pusat kota. Masyarakat di daerah juga berhak menikmati hiburan berkualitas sekaligus mendapatkan ruang untuk mengembangkan ekonomi kreatif.
Gagasan itu disampaikan Angkatan Pekerja Kreatif Film Indonesia (APEKFI) saat beraudiensi dengan Anggota DPD RI asal DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, di kediamannya di Jalan Suwiryo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, APEKFI memperkenalkan pengembangan Bioskop Rakyat atau BIOSRA, yang saat ini telah memiliki pilot project di Bantul, Yogyakarta.
Ketua Harian APEKFI, Y. Endiarto, mengatakan BIOSRA tidak hanya ditujukan sebagai tempat menonton film. Bioskop ini diharapkan menjadi ruang bagi pekerja seni, pelaku industri kreatif, hingga UMKM lokal untuk tumbuh bersama.
“Di BIOSRA wajib ada UMKM lokal sebagai bagian dari menumbuhkembangkan potensi kerakyatan lokal. Yang utama adalah bagaimana rakyat di daerah dapat menikmati hiburan berkelas sebagaimana masyarakat kota,” kata Endiarto.
APEKFI bersama Persatuan Film Keliling Indonesia (PERFIKI) menargetkan konsep BIOSRA dapat dikembangkan di tingkat kecamatan di berbagai daerah Indonesia.
Menurut Endiarto, keberadaan BIOSRA juga diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas seni dan ekonomi kreatif di daerah.
GKR Hemas menyambut positif gagasan tersebut. Sebagai Wakil Ketua DPD RI, ia menyatakan siap membantu menyosialisasikan program Bioskop Rakyat di sejumlah daerah.
Namun, Hemas memberikan pesan agar BIOSRA tidak hanya mengejar sisi hiburan. Tayangan yang disajikan juga harus memiliki nilai edukasi, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.
“Saya menyambut baik dan positif terutama untuk program Bioskop Rakyat di daerah-daerah. Tetapi sebagai masukan, bagaimana tayangan di bioskop itu bisa menjadi edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda dan anak-anak,” ujar Hemas.
Ia juga menyoroti maraknya film bertema misteri dan horor yang menurutnya perlu disikapi secara bijak dalam pemilihan tayangan.
Hemas bahkan membuka peluang pengembangan BIOSRA di Kabupaten Gunungkidul.
“Kita akan coba BIOSRA untuk bisa di daerah Gunung Kidul,” katanya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Dewan Pembina APEKFI Prof. Dr. Marlinda, Sekjen H. Pensong, Bendahara Dr. Lili Tjahjandari, serta Ketua Bidang Kesejahteraan Arry WS.
Bagi APEKFI, BIOSRA bukan sekadar menghadirkan layar film di daerah. Lebih dari itu, BIOSRA ingin membuat masyarakat bisa menonton, berkumpul, menikmati hiburan, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Sederhananya, bioskop rakyat ingin membuat rakyat bahagia, sementara di saat yang sama seni dan ekonomi daerah ikut tumbuh.


Tinggalkan Balasan