Jakarta – Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia menyatakan dukungan total terhadap langkah tegas Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI yang mendorong pelarangan vape, menyusul temuan penyalahgunaannya sebagai alat konsumsi narkotika yang kian masif dan terselubung.
Ketua Umum GAMIS Indonesia, Fahri Salim, menegaskan bahwa keberanian Kepala BNN RI Komjen.Pol Suyudi Ario Seto dalam membuka fakta ini adalah sinyal kuat bahwa negara tidak boleh lagi bersikap setengah hati dalam menghadapi ancaman narkotika yang terus berevolusi.
“Langkah yang diambil Bapak Kepala BNN RI Komjen.Pol Suyudi Ario Seto bukan sekadar pernyataan, tetapi peringatan keras bagi semua pihak bahwa generasi muda kita sedang berada di ambang ancaman serius. Ini bentuk kepemimpinan yang tegas, berani, dan berpihak pada masa depan bangsa,” ujar Fahri, Rabu (8/4/2026).
GAMIS Indonesia menilai, di tengah banyaknya kepentingan yang kerap memperlambat lahirnya kebijakan, sikap lugas Kepala BNN RI justru menjadi titik terang yang harus segera ditindaklanjuti secara konkret dan cepat.
“Kami justru menunggu langkah lanjutan dari Kepala BNN RI. Jangan berhenti di wacana. Ini momentum untuk mendorong kebijakan nasional yang tegas, bahkan jika perlu moratorium atau pelarangan total vape demi menutup celah penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Lebih lanjut, GAMIS Indonesia menyatakan siap berada di garda terdepan untuk mengawal setiap kebijakan yang diinisiasi Kepala BNN RI, sekaligus menjadi mitra strategis dalam mengedukasi masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan vape.
“Kepala BNN RI tidak boleh berjalan sendiri. Kami pastikan ada dukungan publik, ada tekanan moral, dan ada gerakan mahasiswa yang siap mengawal sampai ini benar-benar menjadi kebijakan nyata,” lanjut Fahri.
GAMIS juga mendesak pemerintah dan DPR RI untuk tidak mengabaikan peringatan keras yang telah disampaikan oleh Kepala BNN RI. Menurut mereka, pembiaran terhadap fenomena ini sama saja membuka ruang baru bagi kehancuran generasi bangsa.
“Ini bukan sekadar isu vape, ini soal masa depan Indonesia. Ketika Kepala BNN RI sudah bersuara tegas, maka seluruh elemen negara harus bergerak cepat. Keterlambatan adalah celah bagi narkotika untuk semakin merusak,” tutup Fahri.


Tinggalkan Balasan