Jakarta – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar Konsolidasi Nasional secara daring melalui Zoom pada Jumat malam, 6 Februari 2026. Konsolidasi yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai daerah ini mengusung tagar “Gelap Gulita Dunia Pendidikan” dan dipimpin oleh Koordinator Isu Dikdasmen BEM SI, Iranto.

Dalam forum tersebut, BEM SI menyoroti sejumlah persoalan krusial yang dinilai mencerminkan kondisi darurat pendidikan nasional. Mulai dari ketimpangan akses pendidikan di daerah terpencil, rendahnya kesejahteraan serta perlindungan guru, hingga ketidakjelasan skema beasiswa bagi mahasiswa.

Sejumlah peserta juga menyinggung dampak putusan Mahkamah Konstitusi terkait pendidikan gratis yang dinilai berpotensi menimbulkan ketimpangan baru antara sekolah negeri dan swasta. Menurut peserta konsolidasi, kebijakan tersebut belum disertai kesiapan anggaran dan regulasi yang memadai.

BEM SI turut melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap lebih memprioritaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibandingkan penguatan sektor pendidikan. Program tersebut bahkan disebut berdampak pada pemotongan atau pengalihan anggaran pendidikan di sejumlah sektor.

Kemarahan kolektif peserta konsolidasi memuncak saat disinggung kasus tragis seorang siswa sekolah dasar yang bunuh diri karena keluarganya tidak mampu membeli buku pelajaran. Peristiwa tersebut dinilai sebagai simbol kegagalan negara dalam menjamin hak dasar pendidikan warganya.

Aliansi BEM SI menegaskan bahwa setiap langkah gerakan akan didahului kajian berbasis data di masing-masing daerah. Mereka mendorong pengalihan anggaran dari program non-pendidikan ke sektor pendidikan, serta menuntut pemerataan akses dan kualitas pendidikan nasional.

Sebagai tindak lanjut, BEM SI menyusun agenda gerakan berjenjang, dimulai dari kajian dan audiensi daerah pada 9–12 Februari, dilanjutkan aksi daerah pada 16–20 Februari, hingga puncaknya rencana Aksi Nasional pada 23–27 Februari 2026. Konsolidasi ini menjadi sinyal kuat bahwa isu pendidikan akan kembali menjadi titik api perlawanan mahasiswa di tingkat nasional.

Temukan juga kami di Google News.