Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menilai program kesejahteraan anggota TNI/Polri yang digagas pasangan Capres-Cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD layak diapresiasi.
“Saya sependapat dengan pandangan Capres Ganjar Pranowo terkait dengan kesejahteraan anggota,” kata Teguh dalam keterangannya, Selasa (9/1/2024).
Teguh mengungkapkan gaji anggota Polri masih terbilang rendah. “Kita tahu gaji aparatur sipil negara (ASN) kita itu sangat rendah. Kalau seorang jenderal polisi, kapolri, itu skala gajinya saja cuma 9 juta sekian, sampai yang terendah bintara itu cuma 3 juta,” lanjutnya.
Teguh lantas menyinggung gaji keseluruhan Kapolri beserta tunjangannya. Kata Teguh, untuk Kapolri dengan tunjangan jabatan dan operasional hanya mendapat sekitar Rp 52 juta.

“Itu sangat kecil. Kalau anggota paling rendah, dengan tunjangan paling cuma Rp 5 juta sampai Rp 6 juta,” tambahnya.
Kendati demikian, Teguh mengingatkan terkait sumber pendanaan untuk program tersebut.
“Problemnya, kalau semangat itu mau diwujudkan, ini kan membutuhkan peningkatan anggaran negara. Kalau dikalikan 3 kali saja gaji pokonya, itu pembengkakan anggaran negara APBN mampu tidak membiayai?” tanya dia.
Sebab itu, perlu dipikirkan pula sumber pendanaan yang mampu meningkatkan APBN.
“Mungkin Ganjar-Mahfud MD memiliki resep untuk mengelola anggaran negara, mungkin dengan memotong kebocoran karena korupsi atau produktivitas sumber daya alam. Namun ini memerlukan konsep pengelolaan sumber daya alam yang baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan