Perpecahan di tubuh Sekber, ketidakpercayaan keluarga korban terhadap kuasa hukum Tim Gabungan Aremania (TGA) membuat Daniel dari LBH Malang angkat tangan dan enggan untuk meneruskan kasus tragedi Kanjuruhan Malang. Dirinya menganggap bahwa dukungan keluarga korban yang sudah ikhlas menerima hasil vonis persidangan membuat dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Daniel hanya berharap hasil kasasi nanti sesuai dengan apa yang diharapkan oleh keluarga korban.
Sebelumnya diketahui bahwa Daniel yang kuliah di Brawijaya Malang ini aktif di Koalisi Masyarakat Sipil dan Tim Gabungan Aremania (TGA) untuk memperjuangkan nasib para korban tragedi Kanjuruhan, Malang. Namun karena pecahnya Sekber Aremania dan pecahnya keluarga korban memunculkan ketidak kompakan. Belum lagi kasus korupsi yang mencuat yang dilakukan oleh oknum TGA semakin memperkuat terkiat adanya beberapa pihak yang sengaja memanfaatkan tragedi ini untuk mencari uang.


Tinggalkan Balasan