Jakarta – Menjelang HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember 2021 mendatang, Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta angkat bicara.

Menurut Stanislaus, kelompok seperti OPM tentu menginginkan eksistensi, dan salah satu momentumnya adalah pada saat HUT OPM 1 Desember.

‘Beberapa tahun sebelumnya rangkaian HUT OPM berdampak pada gangguan keamanan. Tentu saja peristiwa tersebut sangat memungkinkan terjadi lagi,” tegas Stanislaus, hari ini.

Dikatakannya, untuk menghindari ada luapan eksistensi yang berdampak pada gangguan keamanan, maka sebaiknya aparat keamanan dan pemerintah daerah melakukan segala upaya agar tidak ada kelompok-kelompok yang anti NKRI di Papua.

“Meskipun ada hak bagi warga negara untuk menyampaikan pendapat dan berkumpul namun jika tujuannya adalah untuk melawan NKRI maka harus dicegah,” ucap Stanislaus lagi.

Dia juga mengingatkan adanya kelompok berkepentingan yang memanfaatkan eksistensi OPM disaat Hari Lahirnya untuk membuat situasi keamanan di wilayah Papua tidak kondusif. Diketahui juga, paska penetakan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), publik Papua memberikan perhatian lebih.

“Kemungkinan tetap ada untuk itu harus diantisipasi supaya tidak ada ruang bagi OPM untuk eksis, dengan mempelajari peristiwa-peristiwa sebelumnya,” pungkasnya.