Jakarta – Direktur Rumah Politik Fernando Emas angkat bicara terkait fenomena awal Bulan Desember 2022 yakni Reuni 212 yang akan diadakan oleh Alumni 212.

Namun, Reuni 212 yang akan digelar jelang Pemilu 2024 kali ini mendapatkan reaksi beragam dan menimbulkan polemik.

Fernando Emas menegaskan bahwa gerakan 212 sudah merupakan alat kepentingan politik kelompok atau pihak tertentu.

“Karena sejak awal gerakan tersebut sudah dipakai sebagai alat oleh salah satu calon Gubernur DKI Jakarta,” tegas Fernando Emas, hari ini.

Namun yang sangat disayangkan, kata dia, sejak awal kemunculan gerakan tersebut memunculkan dan mempolitisasi isu agama untuk kepentingan kelompok mereka.

“Apalagi calon Gubernur yang didukung oleh gerakan 212 pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 yang lalu sedang dipersiapkan untuk menjadi Capres pada Pilpres 2024,” sebutnya.

Dirinya melihat tujuan reuni mereka hanya untuk kepentingan Anies Baswedan yang dipersiapkan sebagai calon Presiden. Dia berpesan sebaiknya gerakan 212 menjadikan gerakan mereka sebagai organisasi partai politik, sehingga tidak berkedokkan reuni tetapi hanya untuk kepentingan politik.

“Sangat berpotensi mereka akan kembali memainkan isu agama pada Pilpres 2024 dan sangat berbahaya untuk kepentingan stabilitas negara serta persatuan sesama anak bangsa,” pungkasnya.