Oleh : Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute

Eks KaroPaminal Hendra Kurniawan diketahui setelah kejadian tewasnya Brigadir Joshua terbang ke Jambi menggunakan private jet.

Hal itu juga sudah dia ungkapkan di dalam BAP bahwa dia pergi ke Jambi bersama tim nya diminta oleh Ferdy Sambo menggunakan Private Jet.

Adalah Ketua IPW Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengungkapkan sosok pemilik private jet yang digunakan oleh Brigjen Hendra Kurniawan, mantan Karopaminal Divisi Propam Polri itu. Menurut catatan IPW, pemilik private jet tersebut merupakan ‘Ketua Konsorsium 303’.

Menurut IPW siapa pemilik private jet itu perlu didalami oleh TimSus. Karena hal tersebut ada kaitannya dengan setoran judi online yang nilainya 155 Trilyun yang kuat dugaan dilakukan oleh mafia judi dan digunakan untuk kepentingan mendukung calon presiden 2024 dan menjadikan Ferdy Sambo sebagai Kapolri.

Temuan IPW terkait setoran judi online yang akan digunakan untuk membiayai pilpres ini adalah temuan yang luar biasa. Temuan ini perlu didalami dan diinvestigasi oleh TimSus yang sudah dibentuk oleh kepolisian.

Sebagaimana yang sudah disampaikan baik oleh presiden dan Kapolri bahwa kasus tewas nya Brigadir J ini harus lah dibuka secara terang benderang. Dan memang kemudian publik menjadi tercengang bahwa bagaimana kasus ini telah membongkar kontak pandora yang ada di tubuh kepolisian.

Masih banyak temuan temuan penting yang sampai saat ini belum diungkap yaitu perihal SatGassus dan bagaimana auditnya setelah dibubarkan. Juga terkait siapa pemilik private jet yang digunakan Hendra Kurniawan yang dipakai ke Jambi menemui keluarga almarhum Joshua.

Publik sangat menanti janji presiden dan Kapolri untuk mengungkap kasus ini seterang terangnya. Sudah banyak energi dan waktu Bangsa ini yang terkuras untuk kasus ini.

Kepolisian hendaknya jangan bermain main lagi menangani kasus ini. Apakah masih tidak cukup 100 orang polisi aktif yang terseret dalam kasus ini. Atau kah memang masih ada orang kuat yang masih belum tersentuh kasus ini.