Jakarta – Hendri Satrio atau Hensat, pendiri KedaiKOPI ini menilai pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bentuk profesionalitas KPK. Dia mengimbau masyarakat untuk tidak memandang pemanggilan Anies bentuk pengalihan isu kenaikan BBM.
“Saya tidak pernah meragukan keprofesionalan KPK di masa kepemimpinan Firly Bahuri. Sehingga pemanggilan Anies Baswedan ini pun saya yakini sebagai tindakan profesional,” kata Hensat kepada wartawan, Selasa (6/9/2022).
Hensat juga mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak memandang pemanggilan ini berkaitan dengan aksi politik atau pengalihan isu kenaikan BBM
“Apalagi menahan laju gerakan perubahan yang sedang tumbuh di masyarakat,” lanjut Hensat.
Baginya pandangan tersebut justru berisiko bagi KPK. Dia berharap KPK dapat menjaga marwah dan tidak menjadi alat politik.
“Berisiko bagi KPK bila pemangggilan ini dipersepsikan sebagai pengalihan isu kenaikan BBM. Apalagi bila dipandang sebagai bentuk tekanan pada gelombang tuntutan perubahan. Kita yakin KPK tidak akan menjadi alat politik untuk memukul atau mendukung kekuatan manapun. KPK harus tetap terjaga marwahnya sebagai lembaga penegak hukum,” sambungnya.
Hensat berharap pemanggilan KPK ini akan menjawab isu negatif terkait penyelenggaraan Formula E. Sehingga tidak ada lagi spekulasi liar terkait Formula E.
“Pemanggilan oleh KPK ini juga ujungnya akan menjawab niat baik penyelenggaraan Formula E untuk Indonesia, sehingga urusan Formula E ini menjadi terang benderang dan semakin membanggakan Indonesia,” ucapnya.
Hensat juga yakin bahwa pemanggilan itu akan dipantau oleh jutaan rakyat Indonesia. Kinerja KPK tentu jadi perhatian khalayak banyak, terlebih terkait ajang balap mobil listrik Formula E ini.
“Saya meyakini pemanggilan Gubernur Jakarta oleh KPK walau hanya dimintai keterangan ini akan dipantau oleh jutaan rakyat Indonesia, maka mari kita dukung saja KPK dan terus pantau kinerjanya. Anies juga harus hadir memenuhi panggilan ini, yaitu tadi, supaya perhelatan Formula E jadi terang benderang, nihil isu negatif,” pungkasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, KPK dijadwalkan memanggil Anies pada 7 September. Anies telah menerima surat panggilan KPK.
“Iya betul saya menerima surat pemanggilan untuk dimintai keterangan oleh KPK pada hari Rabu tanggal 7 September pagi,” kata Anies usai acara seremonial pemotongan mandiri kabel udara di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2022).

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan