JAKARTA – Rencana aksi Pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Koalisi Ojol Nasional (KON) di Gedung DPR pada Senin (29/8/2022) mendapatkan perhatian dari berbagai pihak.

Aktivis Corong Rakyat Hasan mengingatkan agar demo dari Ojol tidak ditunggangi oleh pihak manapun termasuk elit politik. Apalagi salah satu aspirasinya adalah menolak kenaikan harga BBM.

“Saat ini sudah masuk musim politik, ada yang memanfaatkan untuk kepentingan terselubung. Eksistensi jelang Pemilu 2024 banyak yang bermanuver,” tegas Hasan, hari ini.

Lebih lanjut, Hasan berharap para ojol yang akan melakukan demo nantinya tidak melakukan aksi sweeping terhadap ojol lain yang tidak ikutan aksi unras.

“Biarkan mereka mencari rejeki, sampaikan aspirasi dari para perwakilan komunitas Ojol. Insya Allah jika itu murni untuk rakyat maka akan berjalannya mulus tanpa hambatan. Tapi jika itu ada yang ingin cari panggung atau ada yang tunggangi demi cari eksistensi maupun simpatik pasti jalannya terjal,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Presidium KON, Andi Kristiyanto mengatakan bahwa salah satu aspirasi yang akan disuarakan adalah menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Kita tegas menolak. Kawan-kawan driver ini kan mayoritas menggunakan motor yang menggunakan bahan bakar,” kata Andi, Sabtu (28/8/2022).

“Kalau premium kan sudah tidak ada, adanya pertalite yang paling murah,” sambungnya.

Ditegaskan dia, rencana kebijakan kenaikan harga BBM juga akan membenai para pengemudi yang saat ini sedang menjalan program motor listrik yang sedang digalakkan pemerintah.

“Walaupun memang di satu sisi pemerintah sedang menggalakan program motor listrik sebagai memang kawan-kawan menggunakan motor listrik tapi ada satu catatan, driver yang menggunakan motor listrik bebannya lebih besar karena mereka harus sewa sehari 50 ribu,” katanya.

“Jadi misalnya driver dalam keadaan sakit dan dia tidak narik tetap harus bayar 50 ribu sehari. Dan ini akan menjadi beban buat teman-teman,” tambahnya.