Jakarta – Direktur Eksekutif Kajian Strategis Demokrasi (KSD), Bram, respon pernyataan Benny K Harman usulkan Pak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinonaktifkan.
Usulan disampaikan saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI. dalam penanganan kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, di Duren Tiga.
Benny K Harman merupakan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat. Ia meminta agar penanganan kasus Brigadir Yosua diambil alih oleh Mahfud MD selaku Menko Polhukam.
“Pernyataan Benny K Harman dinilai sangat ngawur, tidak mendasar dan penuh tendensius. Justru Pak Kapolri Listyo Sigit sudah tegas tangani kasus pembunuhan Brigadir Yosua, buktinya Ferdy Sambo sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan Pasal 340 KUHP subsider 338 Juncto Pasal 55 dan 56 dengan ancaman hukuman seumur hidup, ini bukan main-main,” jelas Bram pada hari Senin 22/8/2022.
Dalam kasus ini bukan Irjen Pol Ferdy Sambo yang ditetapkan sebagai tersangka, tapi ada ibu Putri Cendrawathi, Barada Richard Eliezer atau Barada E, kemudian ada Kuwat Maruf dan Bripka Ricky Rizal. Kemudian banyak lagi perwira Polri yang sudah dinonaktifkan.
Sebagai wakil rakyat, harusnya Benny K Harman tidak boleh ngomong sembarang, justru akan menimbulkan gejolak sosial dengan bahasanya seperti itu.
“Kita pakai logika aja, kalau ada anggota Partai Demokrat yang korupsi, apa perlu ketua umum partai harus dicopot,” jelas Direktur KSD.
Lebih lanjut, ia sampaikan bahwa ucapan Benny K Harman sangat menyesatkan publik. Justru kita semua barus dukung langkah Kapolri Listyo Sigit agar ungkap kasus ini secara objektif, transparan dan berkeadilan.
Dalam kasus ini, banyak penumpang gelap yang ingin cari panggung dan bahkan ada yang minta Lembaga Polri dibawah Kementrian Dalam Negeri, ini justru menghianati amanat reformasi.
“Benny K Harman harus dicopot dari anggota Komisi III DPR RI, masa kualitas Dewan seperti itu. Harusnya anggota Legislatif mendorong penegakan hukum yang Pro Justitia yang dilakukan oleh Polri,” tegasnya.
Benny K Harman selaku anggota Komisi III DPR harus mendinginkan situasi ditengah isu bola liar dalam penembakan Brigadir Yosua, bukan malah memanaskan situasi yang berujung pada instabilitas keamanan Negara.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan