Jakarta – Ketua Umum KNPI terpilih Haris Pertama meminta kelompok aktivis yang menyuarakan usut tuntas mafia minyak goreng dan mendesak beri kartu merah pada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto agar tidak takut pada intervensi premanisme.
“Jika memang ada intervensi oleh preman-preman, lawan. Gitu. Aktivis-aktivis tidak takut. Masa menteri main preman? Kalau terbukti itu Airlangga Hartarto main preman, ya pasti KNPI yang terdepan itu. Preman-preman suruh hadap-hadapan sama KNPI. Kebiasaan dia itu kalau main-main preman,” tegas Haris Pertama, hari ini.
Lebih lanjut, Haris meminta pihak Kepolisian untuk menjaga aksi demonstrasi. Karena penyampaian aspirasi dilindungi UU.
“Demonstrasi dilindungi undang-undang. Jangan sampai ada demonstrasi yang dikotori premanisme yang digunakan oleh orang yang didemo. Pak presiden aja didemo nggak pakai preman, kok. Ini kan cuma Menko mau pakai preman,” ujarnya lagi.
Jika benar ada preman yang diterjunkan, maka ia mengingatkan Airlangga Hartarto akan berhadapan dengan KNPI.
“Kalau dia main preman nanti hadap-hadapan sama KNPI. Gitu aja. Jika terindikasi benar Airlangga Hartarto memakai preman dalam rangka menghabisi para demonstran, membungkam demokrasi, membungkam unjuk rasa, dia suruh hadap-hadapan dengan saya. Suruh premannya hadap-hadapan sama saya nanti. Tapi jangan lewat belakang. Lewat depan langsung, depan muka,” paparnya.
Soal banyaknya demo minta AH dicopot, Haris mengakui bahwa Airlangga Hartarto tidak becus bekerja untuk menangani persoalan minyak goreng dan pemulihan ekonomi ditanah air.
“Emang nggak berbuat apa-apa untuk republik ini gitu lo. Apa yang dilakukan dia sebagai Menteri hanya untuk mendongkrak popularitas dia di mata masyarakat sebagai calon Presiden. Jadi bukan untuk berbuat untuk bangsa. Berbuat sesuatu itu untuk menaikkan popularitas dia aja sebagai capres, nggak ada dampak,” sindirnya.
Ia pun mempertanyakan pertumbuhan ekonomi yang dibilang pesat. Kata dia, pertumbuhan pesat hanya ada dikalangan menengah keatas saja bukan ke bawah.
“Yang dia bilang pesat, pesat dimana? Pertumbuhan pesat itu ya hanya di kalangan menengah ke atas saja, pemain bisnis covid aja. Ada pemain minyak goreng kemarin, itu pesat pertumbuhannya. Kalau untuk Masyarakat Indonesia bagaimana? Pengangguran meningkat, kemiskinan meningkat, bahkan terindikasi stafnya Lin Che Wei, terindikasi oleh Kejaksaan kan sekarang jadi tersangka. Kan ini bahaya,” sebutnya lagi.
Haris juga mendorong agar Kejagung untuk memeriksa Ketua Umum Golkar selaku Menko Perekonomian terkait mafia minyak goreng yang mendapatkan perhatian masyarakat.
“Kejaksaan harus periksa menko dong. Karena itu kan orang tangan kanan dia yang tersangka, mafia migor itu. Lin Che Wei kan orang Kemenko. Harus diperiksa. Jadi Airlangga Hartarto patut diduga dan harus diperiksa. Pasti akan dipanggil, saya yakin Airlangga akan dipanggil. Saya yakin Kejaksaan Agung itu berani kok mengungkap kasus ini terang benderang. Kalau Airlangga terlibat pasti dipanggil,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan