Jakarta – Jack Paskalis yang dikenal sebagai Ketua Umum Jaringan Aktivis Muda Golkar (JAM Golkar) mengatakan bahwa sebagai kader Golkar dirinya menilai manuver yang dilakukan Ketua Umum Golkar Airlangga menuju Pilpres 2024 adalah sesuatu hal yang wajar.

“Karena beliau adalah Ketua Umum Partai, pimpinan politik Partai Golkar. Jadi ya memang wajar dan harus dilakukan seperti itu, gerakan-gerakan ke daerah, segala macam. Karena itu tugas dia sebagai pimpinan politik partai Golkar,” tegas Jack Paskalis, hari ini.

Menurutnya, dari sisi organisasi, Menko Perekonomian ini sudah ditunjuk lewat Munas dan kepengurusan Rapimnas. Nah sehingga itu mau tidak mau, keputusan itu harus dijalankan baik secara individu partai maupun secara kolektif partai.

“Tapi di sisi lain juga, realisitis, elektabilitasnya nggak naik-naik. Itu satu fakta yang memang kita tidak bisa pungkiri. Kalau saya sebagai kader, saya jawabnya gini. Ada 2 sisi mata uang yang dilematis. Tetap ngotot pencapresan sebagai capres atau kita realistis ada di posisi kedua,” bebernya.

“Tentu ini kan harus membangun pola komunikasi politik yang baik. Partai yang bisa berkoalisi, sepaham, sevisi dengan kita ya ayo. Tapi kalau faktanya sampai mendekati, elektabilitasnya Pak Airlangga nggak tembus jangankan 2 digit lah, 5 % saja, kita realistis lah. Nggak memaksakan ego.
Kalau soal rumor yang ada, saya sebagai kader, selama tidak ada fakta atau bukti secara hukum ya dianggap rumor saja,” tutur Jack lagi.

Kata dia, jika melalui fakta dan hukum ada keterlibatan ya bisa menjadi masalah. Tapi selama ini itu hanya sebatas rumor.

“Realistisnya begini, beliau maju kan karena rekomendasi munas dan Rapimnas, dimana itu diamanatkan oleh semua. Itu fakta hari ini. Tapi kita harus realistis lah elektabilitas beliau gimana. Jadi mau tetap nomor satu, atau turunkan kriteria menjadi nomor 2. Itu kan semua harus dibangun komunikasi politik antar partai. Nomor 1 dan nomor 2 nya siapa, ini jadi PR juga. Jadi kalau saya, kalau memang tidak naik elektabilitasnya ya realistis. Kita nggak mau partai jadi korban kalau dipaksakan capres,” paparnya.

Jack yang mengaku sebagai orang politik, dan Airlangga sebagai orang politik ya harus optimis lah.

“Kalau pesimis ya nggak bisa sebagai pimpinan partai politik. Tapi harus realistis. Misalnya jangankan akhir tahun, waktu Agustus saja atau menjelang pemilihan tetap tidak naik elektabilitasnya ya jangan paksakan lah. Cukup jadi 02,” pungkasnya.