JAKARTA – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menyoroti aksi kontroversial Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) yang mendukung Jokowi 3 periode.

Kata Jerry, Polisi perlu menyelidiki Ketua APDESI yang mendukung Jokowi 3 periode.

“Ternyata bukan dia yang asli dan sah kepemimpinan APDESI,” tegas Jerry, hari ini.

Menurutnya, masalah ini bahaya membawa nama organisasi dan ia mempertanyakan apakah Jokowi mengetahui APDESI pimpinan Ketua Surta Wijaya ini tak sah.

Disisi lain, Jerry semakin bingung dengan ulah Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ini, setelah mengumpulkan Ketua-Ketua partai waktu lalu kini Kepala-Kepala Desa dikumpulkan.

“Dan saya duga dia salah satu otak juga. Kini Bahlil bersuara lagi. Menteri ini gagal total kerjaanya urus politik bukan invetasi. Saya kira ini ambisi sesat para pengusul selain ada Cak Imin dan Zulhas,” tuturnya.

Kata Jerry, LBP mulai was-was dengan bisnisnya bahkan perlawanan para aktivis diantarnya Koordinator Lokataru Haris Azhar yang menyebut dugaan keterlibatan Luhut dalam permainanan tambang di Papua.

“Memang ada kelompok oligarki yang mengendalikan LBP, dia hanya pion ada raja di belakang dia,” ujarnya.

“Untuk mengetahui gampang saja, siapa-siapa pengusaha yang dekat dengan LBP, baru proyek LBP bekerja sama dengan orang di belakang dia,” jelasnya lagi.

Jerry menduga alasan mereka ngotot agar Jokowi 3 periode. Sebab jika Jokowi berkuasa mereka bisa mengendalikan dan mengatur. Akan ada party doll seperti lagu Mick Jagger vokalis grup band rock asal Inggris ini.

“Setelah gagal merayu dan membujuk sejumlah partai kini Apdesi pun ikut dipengaruhi oleh kelompok LBP dan koleganya,” tambahnya.

Trik minyak goreng pun gagal kini para kepala desa yang harusnya netral namun dibawah ke ranah politis. Ada semacam brain washing atau pencucian otak para kepala desa di Indonesia.

Disatu sisi, kata dia, Jokowi menolak dia menyebut dirinya taat konstitusi tapi di lain sisi dia menyebut bagian demokrasi jadi kentara Jokowi hanya lip service.

“Kata kuncinya harus ditaati, jangan buat negara hancur demi kemahaslatan dan keserakahan,” kata Jerry lagi.

Jerry melanjutkan, saat ini tak perlu amandemen; beda saat Soeharto berkuasa maka jabatan Presiden bisa diamandemen, lantaran sudah 32 tahun dia menjadi Presiden Indonesia. Kehadiran kepala desa sudah di arahkan, tak mungkin teriakan Jokowi 3 periode kalau tidak di atur.

“Udahlah ini bagian parpol penunda pemilu; migor juga menterinya anak buah Cak Imin; saya sudah duga sebelumnya. Isu Panas JHT Menterinya PKB, antrian Migor Mendag PKB kali ini APDESI PKB lagi,” pungkasnya.

Temukan juga kami di Google News.