Serang – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP RI), Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi,M.A., Ph.D mengatakan bahwa pondok pesantren di era sekarang harus mampu melahirkan santri yang bisa menjadi pahlawan di berbagai bidang. Hal tersebut disampaikannya saat membuka acara Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) bagi para tokoh agama, guru, santri, dan siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Yayasan Darul Irfan, Kota Serang, (11/11).

Dalam sambutannya, Prof. Yudian menekankan pentingnya peran santri dan pemuda dalam sejarah lahirnya hari santri, hari sumpah pemuda, dan hari pahlawan yang merupakan satu rangkaian peringatan penting dalam menghargai jasa para pahlawan. Lebih lanjut, ia menjelaskan jika santri sudah lama diberikan pengakuan oleh pemerintah. Seperti yang dijelaskannya bahwa puncak perjuangan kemerdekaan adalah bergabungnya santri dan masyarakat ke dalam pasukan kemerdekaan.

Ia menambahkan bahwa peran santri dan masyarakat sekarang adalah menjaga keutuhan Republik Indonesia melalui skill dan pengetahuannya masing-masing. “Kita sudah punya negara, yang saya sampaikan disini adalah syarat kita untuk menjadi khalifah atau pemimpin itu bukan agama melainkan nama-nama. Nama-nama yang dimaksud disini berasal dari nama-nama epistemologis, fungsional, administratif, dan struktural yaitu syarat-syarat untuk kehidupan duniawi. Seperti contohnya jika santri ingin menjadi dokter, maka ia harus memiliki gelar sarjana kedokteran. Oleh karena itu, saya tekankan gelar-gelar tersebut harus dimaksimalkan sesuai bidang masing-masing.”, tegasnya.

Acara yang diselenggarakan oleh Kedeputian Bidang Pendidikan dan Latihan BPIP RI ini dihadiri oleh tokoh-tokoh agama dan para guru di Kota serang yang digelar secara hybrid dan menghadirkan beberapa tokoh serta narasumber seperti, Plt. Sestama BPIP RI, Dr. Drs. Karjono, M.Hum, Deputi Bidang Diklat BPIP RI, Dr. Baby Siti Salamah, M. Psi, Direktur KSKK Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Moh. Isom, M. Ag, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Direktur Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan BPIP RI, Drs. H. Sahlan, M.Si, Direktur Perencanaan dan Kerjasama Diklat BPIP RI, Sadono Sriharjo, S.T., M.M. Terhitung lebih dari 200 orang hadir secara hybrid dan lebih dari 50 orang hadir secara luring dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Diklat BPIP RI, Dr. Babby Siti Salamah, M. Psi mengucapkan terimakasih kepada para tamu undangan, tokoh masyarakat, dan para guru yang telah menyempatkan waktunya untuk menghadiri acara PIP ini.

Ia menuturkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mencapai kemerdekaan, salah satunya melalui peran pondok pesantren yang menjadi tempat dalam menempa santri sehingga memiliki wawasan kebangsaan dalam menjaga keutuhan Republik Indonesia. “Oleh karena itu, mari kita bersama memaknai hari pahlawan dengan mewujudkan cita-cita perjuangan dalam Indonesia zaman dahulu”, tegasnya.

Sepakat dengan hal itu, Romo Benny Susetyo, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP menjelaskan bahwa pahlawan di era sekarang sangat penting karena mengalami tantangan perubahan zaman. “Pahlawan zaman sekarang dituntut untuk menguasai teknologi informasi dan komunikasi untuk mewujudukan kesejahteraan masyarakat dan itu diwujudkan dalam nilai Pancasila yang pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa”, imbunya.

“Artinya, setiap orang yang beriman akan berefleksi terhadai dirinya untuk nilai kemanusiaan, disitulah selanjutnya dari wujud kesatuan dan gotong royong untuk kesejahteraan bersama”, tutup Romo Benny.

Pada acara ini, Kepala BPIP RI juga meresmikan bangunan baru Pondok Pesantren Darul Irfan berupa gedung aula pertemuan yang rencananya akan diperuntukkan untuk MTs dan MA Darul Irfan. Selain itu juga dilakukan penyerahan simbolis Bantuan Digitalisasi Pesantren dan Bantuan Pencegahan Covid untuk Pondok Pesantren Darul Irfan secara simbolis diserahkan oleh Direktur KSKK Madrasah Kemenag RI kepada Pengasuh Pesantren Darul Irfan. Tak ketinggalan, Baznas pun memberikan Bantuan Beasiswa untuk santri Pesantren Darul Irfan secara simbolis.