Jakarta – Berbagai kalangan saat ini tengah menaruh perhatiannya terhadap 2 tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin. Salah satunya adalah dari kalangan aktivis Mahasiswa dan Pemuda di Indonesia.

Ketua Badan Kerja Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (Bakerda GMNI) DKI Jakarta, Edgar Joshua Silalahi menyampaikan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi pencapaian kinerja dari pemerintah saat ini.

“Penanggulangan kemiskinan yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin sudah dilakukan secara komprehensif,” kata Edgar dalam webinar ‘Mahasiswa dan Pemuda Bicara 2 Tahun Pencapaian Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres K.H Ma’ruf Amin’ yang diselenggarakan oleh Komite Indonesia Muda, Rabu (20/10).

Sektor yang dianggapnya patut diacungkan jempol adalah kesejahteraan sosial melakui program keluarga sejahtera.

Kemudian ada juga sektor pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar dan di sektor kesehatan melalui program Kartu Indonesia Sehat.

Menurut Edgar, program-program pemerintah yang ia sebutkan itu berhasil menyasar kalangan masyarakat kecil menengah dan banyak membantu mereka.

“Program Indonesia Pintar, program Indonesia Sehat serta program keluarga sejahtera benar-benar membantu masyarakat di tengah pandemi COVID-19,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator bidang Sosial dan Politik Badan Aliansi Eksekutif Mahasiswa Nusantara (Sospol BEMNUS), Aldy Ibura menyebut, bahwa Presiden Joko Widodo dianggapnya sebagai sosok yang sangat baik.

Bahkan ia menilai kerja keras pemerintah di bahwa komando Presiden Jokowi sudah menunjukkan hasil yang lebih baik khususnya dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

“Presiden Joko Widodo mampu menggalang kerja sama masyarakat, mahasiswa dan pemerintah untuk menanggulangi pandemi COVID-19,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator Wilayah III Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Andreas Simanjuntak bahwa penanganan pandemi Covid-19 sudah sangat baik.

Apalagi menurut Andreas, pemerintah sudah bekerja keras bersama seluruh stakeholder yang ada untuk memastikan pengendalian pandemi akibat virus korona itu.

“Ketersediaan tempat penanganan Covid-19 yang terkendali, angka positif yang mulai menurun, vaksinasi yang mulai meninggi serta optimisme pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun 2021 di kisaran 3.5% dan 4.3%,” tandasnya.

Sementara itu, di sektor pertahanan, mereka menyebut pula bahwa kebijakan pemerintah sangat tepat, yakni pengadaan dan peremajaan alat utama sistem pertahanan (alutsista).

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bhayangkara, Farell.

Peremajaan alutsista oleh pemerintah ini diyakini Farell sebagai upaya negara dalam mempertebal kekuatan pertahanannya demi melindungi seluruh bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pembelian alutsista sangat tepat untuk melindungi wilayah natuna utara dan melawan illegal fishing,” kata Farell.

Masih di dalam forum yang sama, koordinator Nasional Komite Indonesia Muda (KIM), Yulius Carlos mengapresiasi dialog interaksi yang dihadiri oleh para narasumber tersebut.

Ia meyakini, bahwa saat ini peran aktif para generasi bangsa sangat diperlukan untuk kemajuan bangsa dan negara.

“Pemuda dan Mahasiswa Indonesia selalu ikut serta dalam setiap peristiwa bersejarah di bangsa dan negara Indonesia sehingga peranan mahasiswa dan pemuda Indonesia tidak dipungkiri mempengaruhi perjalanan sejarah bangsa dan negara Indonesia,” pungkas Carlos.