Jakarta – Indonesian Civilian Police Watch (ICPW) menyoroti langkah Polri melakukan mutasi dan pemeriksaan terhadap Aipda Monang Parlindungan Ambarita, menyusul Angota Polres Metro Jakarta Timur itu viral di media sosial menggeledah paksa HP seorang pemuda.

“Kalau kita melihat dari tayangan-tayangan yang banyak juga kok yang melakukan pemeriksaan hp para pemuda yang diduga hendak tawuran atau melakukan perbuatan mencurigkan. Tetapi itu biasa-biasa saja. Kok kenapa sekarang jadi ramai?” kata Sekjen ICPW Amos Apridawan kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Menurut pria yang biasa disapa Demos itu, sebagai pengayom masyarakat polisi memang tak boleh bertindak semena-mena. Lantaran memaksa membuka isi handphone warga seperti dalam video yang beredar itu sudah masuk dalam kategori penggeledahan. Tetapi disayangkan Polda Metro Jaya terkesan baru bertindak setelah viral di media sosial.

“Seharusnya kalau ingin memenuhi unsur keadilan dari sebelum-sebelumnya sudah ditindak. Jangan tunggu ramai di medsos baru direspon. Di sisi lain saudara Ambarita ini kan juga sedang bertugas untuk menjaga kamtibmas,” tandasnya.