Kalimantan Barat – Kelompok Cipayung Plus Kalimantan Barat, sukses menggelar kegiatan Dialog Publik pada Sabtu (14/8/2021) kemarin. Dialog Publik kali ini mengusung tema “Membangun Optimisme, Kalbar Bangkit Lawan Pandemi Covid-19” dan mengundang para Kepala Daerah sebagai pembicara utama antara lain, H. Sutarmidji, SH., M.Hum (Gubernur Provinsi Kalimantan Barat) yang kemudian berhalangan hadir dan diwakili oleh Drs. Hermanus, M.Si (Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Barat), Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, MM.,MT (Walikota Pontianak), Muda Mahendrawan, SH (Bupati Kubu Raya), Tjhai Chui Mie, SE.,M.H (Walikota Singkawang) dan hadir dalam kesempatan kali ini Irjen. Pol. Drs. Didi Haryono, SH.,M.H (Komisaris Utama Bank Kalbar).

Kegiatan dialog dipandu oleh Syarif Rizki Alkadri (PC IMM Kota Pontianak) sebagai moderator dan dibuka oleh Nopen Honorius (Korwil GMKI Kalimantan Barat) selaku perwakilan koordinator kegiatan. Dialog dimulai dari penyampaian keynote speech Gubernur Kalimantan Barat, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala Badan Kesbangpol Kalimantan Barat, Drs. Hermanus, M.Si dalam penyampaiannya itu mengangkat beberapa point diantaranya jumlah peningkatan kasus Covid-19 di Kalimantan Barat, Ketersediaan Tabung Oksigen dan juga target pelaksanaan vaksinasi dengan capaian 70% dalam kurun waktu 2 bulan sejak pertama kali dilakukan.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi yang dimulai dari Walikota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, MT.,MM yang menerangkan terkait penurunan curva penularan yang sempat memuncak dan mulai memasuki tahap penurunan serta peningkatan angka kesembuhan. Dalam materinya juga beliau menyampaikan bahwa ada beberapa kluster penularan tertinggi, seperti kluster keluarga, kluster faskes, kluster tidak bekerja, dan berdasarkan usia kluster tertinggi diisi oleh usia 19-39 tahun dengan kasus terbanyak OTG, serta ketersediaan BOR ICU di Kota Pontianak yang sudah meningkat seiring bertambahnya tingkat kesembuhan. Kemudian juga disampaikan terkait capaian vaksinasi dosis pertama dan vaksinasi dosis kedua yang masih terus digencarkan dalam rangka mensukseskan percepatan vaksinasi baik ditingkat daerah hingga pusat. Dalam dialog kali ini pula, Walikota Pontianak sempat menyinggung dan memberikan klarifikasi terakit pemulangan Pasukan Paskibraka Kota Pontianak dikarenakan situasi dan kondisi kota Pontianak dan Surat Edaran dari Kemendagri terkait pelaksanaan Upacara Kemerdekaan melalui Video Conference. Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, MM.,MT juga menerangkan terkait PPKM Darurat dan PPKM Level 4 serta berbagai pertimbangan dalam menerapkan kebijakan tersebut, termasuk insentif bagi pelaku UMKM maupun Pedagang Kaki Lima melalui bantuan social dan sembako dengan jumlah terbatas. Juga terkait insentif yang disalurkan kepada Tenaga Kesehatan yang bertugas di garda terdepan dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19. Serta di akhir penyampaian materi, beliau juga menyampaikan terkait Pelaksaan Sekolah tatap muka yang akan dilakukan bertahap, mulai pekan depan dengan syarat menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi.

Penyampaian materi selanjutnya, oleh Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, SH. Dalam penyampaiannya point utama yang diangkat adalah bagaimana seluruh elemen masyarakat dari tingkat RT, RW, Desa, Kelurahan, Kecamatan hingga Kabupaten mampu bersama-sama berjuang dan berkontribusi dalam penanganan pandemic Covid-19. Kemudian beliau juga menyampaikan inovasi yang dilakukan Pemerintah Daerah Kubu Raya dalam pelaksanaan vaksinasi dengan menerapkan system jemput bola, atau dalam hal ini vaksinasi tidak dilakukan secara tesrsentralisasi, namun mendatangi langsung lokasi-lokasi hingga ke tingkat keluarahan agar masyarakat secara luas mendapatkan akses vaksin dan efektifitas dalam pelaksanaan percepatan vaksinasi. Belia juga mengupayakan bantuan dan insentif kepada UMKM serta Pedagang untuk mendapatkan insentif dalam bentuk akses usaha seperti mewajibkan ASN di lingkungan Pemerintah Daerah Kubu Raya untuk membeli produk-produk di Galeri UMKM dalam rangka meningkatkan geliat ekonomi di tengah pandemi Covid-19 ini.

Selanjutnya penyampaian materi terakhir oleh Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie, SE.,M.H, yang pada kesempatan kali ini baru mendarat di Kalimantan Barat dari perjalanan dinas dan langsung menyempatkan hadir dalam dialog public ini. Beliau menyampaiakan dalam waktu yang singkat terkait Kota Singkawang yang sempat masuk dalam zona merah. Terkait kebijakan PPKM Darurat dan PPKM Level 4, beliau lebih memilih bagaiaman memperketat aturan dan menertibkan masyarakat yang kedapatan melanggar aturan dalam bentuk teguran dan SWAB Test di tempat. Tindakan ini diambil dalam rangka mendorong penuruna kasus Covid-19 di Kota Singkawang agar segera keluar dari Zona Merah dan beberapa waktu lalu Kota Singkawang Sudah Menjadi Zona Oranye.

Komisaris Utama Bank Kalbar, Irjen. Pol. Drs. Didi Haryono, SH., M.H, juga turut memberikan statement bagaimana kita dapat segera keluar dari badai pandemic Covid-19 ini dengan selalu menaati kajian ilmiah dan anjuran yang dihimbau oleh pemerintah, berkolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat, serta partisipasi penuh seluruh elemen masyarakat dalam pelaksanaan percepatan vaksinasi.

Dalam closing statementnya, semua pemateri sepakat bahwa dalam situasi dan kondisi saat ini, perlu adanya kolaborasi dan kontribusi penuh seluruh elemen masyarakat, dalam menekan angka penularan Covid-19, tetap patuhi dan terapkan protokol kesehatan, dan partisipasi dalam pelaksanaan partisipasi. Dalam hal ini juga, peran mahasiswa dan pemuda lebih didorong untuk ikut memberikan edukasi kepada masyarakat dan terbuka untuk memberikan solusi kepada pemerintah.

Para pemateri yang hadir juga mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini, melalui semangat kemerdekaan mahasiswa dan pemuda Kalimantan Barat mampu memberikan inovasi dan kontribusinya untuk turut membantu percepatan penangan pandemi Covid-19 khususnya di Kalimantan Barat. Peserta yang hadir juga mengapresiasi Langkah dan Kebijakan yang diambil oleh para Kepala Daerah dalam penanganan Covid-19 dan pelaksaanaan vaksinasi. Namun peserta dialog publik juga sangat menyayangkan ketidak hadiran Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, SH., M.Hum yang sebelumnya sudah mengkonfirmasi kehadiran, namun harus dibatalkan karna satu dan lain hal. Tentunya kehadiran beliau sebagai pemimpin masyarakat Kalimantan Barat sangat dinantikan dan kesempatan untuk berdialog dengan beliau sangat ditunggu tidak hanya bagi mahasiswa namun sleuruh elemen masyarakat Kalbar.

Dialog yang dihadiri kurang lebih 50 orang peserta ini diakhiri dengan Photo Bersama melalui tangkapan layer zoom meeting, dan berjalan dengan lancer dari awal sampai akhir.