Jakarta, Rimanews.id – Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Erwin Indra Widjaja menyampaikan bahwa banyak sekali upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Ditambah lagi, salah satu tantangan besar masyarakat Jawa Timur saat ini adalah kondisi alam yang rentan terjadi bencana gempa bumi.

“Hampir setiap hari gempa terjadi di Jawa Timur, tapi ketika tidak sampai 4 skala richter tidak dilaporkan. Namun di beberapa daerah seperti Banyuwangi sering terjadi gempa yang berpotensi tsunami,” kata Erwin dalam dialog dengan BEM Nusantara, Minggu (8/8/2021).

Tantangan besar kedua faktor bencana yakni potensi bencana alam dan kondisi pandemi yang menjadi bencana non-alam perlu mendapatkan perhatian penting bagi semua pihak, khususnya masyarakat yang ada di Jawa Timur.

Sehingga upaya penanggulangan kedua bencana ini bisa diatasi dengan baik, khususnya bagiaman mengatasi pandemi di wilayah Jawa Timur. Apalagi kata Erwin, bencana kesehatan karena Covid-19 ini sudah merusak hampir seluruh lini kehidupan masyarakat setiap hari.

“Harapan kita semoga Covid-19 ini bisa ditangani secara kompreherensif. Semakin banyak yang menangani maka masalah akan lebih mudah terurai,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia pun menyampaikan kepada para mahasiswa yang tergabung di dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nusantara), bahwa perlu kerja-kerja kolektif agar pandemi Covid-19 bisa diatasi.

Jangan sampai masyarakat, khususnya Mahasiswa hanya mengandalkan kerja-kerja pemerintah saja.

“Prinsip kolaboratif, pemerintah tidak bisa menanggulangi bencana ini sendirian. Semua komponen harus bergerak dalam penanggulangan bencana ini. Kami di bagian penanggulangan bencana siap bekerjasama dengan mahasiswa. Vaksinasi sekarang juga sudah kami jalankan dengan masif guna menanggulangi bencana,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2018-2020, Taufan Ikshan Tuarita menyampaikan harapannya agar pemerintah lebih serius dan meningkatkan kualitasnya dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

“Juli 2021 angka kematian akibat COVID terus meningkat setiap saat. Belum lagi beberapa waktu lalu kita dihebohkan dengan varian baru. Masalah COVID sebelumnya belum teratasi muncul lagi varian baru. Olehnya itu pemerintah harus fokus dalam menanggulangi penyebaran COVID-19 ini,” kata Taufan.

Namun, pria yang juga merupakan Sekretaris Asian Medical Student Associations tersebut menilai, peran aktif Mahasiswa penting untuk ikut mengedukasi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Karena ia yakin, banyak masyarakat yang masih abai atau memang belum memahami dengan baik pentingnya menjaga prokes di situasi pandemi.

“Untuk itu juga kita harus terus mensosialisakan kebijakan 3 M kepada masyarakat. Karena masyarakat belum tentu memahami soal ini,” tuturnya.

Selain itu, Sekretaris BEM Nusantara, Muhammad Julianda Arisha mengatakan, bahwa BEM Nusantara sudah melakukan upaya konkret dalam membantu penanggulangan pandemi Covid-19. Pihaknya bersama pemerintah terus berduyun-duyun untuk mengedukasi masyarakat termasuk dalam sosialisasi vaksinasi.

“Hari ini kami sudah melakukan upaya-upaya dalam hal penanggulangan bencana secara Nasional. Maka hari ini peran kita menguatkan masyarakat dari wabah. BEM Nusantara bersinergi dengan Negara dalam menyalurkan vaksinasi sebagai bentuk membantu Negara dalam menanggulangi bencana,” kata Julianda.

Ia juga mengapresiasi tangan terbuka BPBD Jawa Timur untuk bersinergi dengan Mahasiswa dalam upaya penanggulangan bencana yang ada, termasuk Covid-19 dan bencana alam lainnya.

“Kita sebagai mahasiswa, selalu ada kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Maka dari itu BPBD harus melakukan kolaborasi dengan BEM NUS dalam upaya penanggulangan bencana,” ujarnya.

Terakhir, ia juga mengajak semua komponen anak bangsa untuk ikut bersama-sama menanggulangi pandemi Covid-19, serta menyalurkan energi positif agar upaya mengatasi wabah virus korona bisa semakin cepat lagi. Salah satunya adalah dengan terus berfikir positif dan menebar optimistis di lingkungan terkecil, yakni diri sendiri dan keluarga di rumah.

“Kita harus yakin bahwa indonesia mampu keluar dari wabah COVID-19 ini. Maka untuk itu mari kita hilangkan pikiran-pikiran negatif agar Negara tidak panik memikirkan masyarakat,” pungkasnya.