BANTUL – Kehadiran Bioskop Rakyat (Biosra) di Padukuhan Ngebel, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak resmi dibuka untuk umum pada 1 Agustus 2026, antusiasme masyarakat untuk menikmati hiburan layar lebar dengan harga terjangkau terbilang cukup tinggi.
Biosra yang berada di kawasan Ngebel tersebut mengusung konsep berbeda dengan bioskop pada umumnya. Biosra disebut sebagai bioskop rakyat pertama di Indonesia yang berupaya menghadirkan pengalaman menonton film layaknya bioskop dengan harga yang lebih ramah bagi masyarakat.
Pengelola Biosra, Raka Bimantara, mengatakan respons masyarakat sejak bioskop tersebut dibuka cukup menggembirakan. Tidak hanya warga di sekitar Bantul, pengunjung juga datang dari kawasan lain di Yogyakarta.
Salah satu pengalaman menarik terjadi ketika rombongan ibu-ibu yang dipimpin seorang perempuan bernama Ibu Tika datang dari kawasan Malioboro untuk menonton film di Biosra. Uniknya, rombongan tersebut datang menggunakan semacam bajaj.
“Ada rombongan ibu-ibu yang dipimpin oleh Ibu Tika datang rombongan dari wilayah Malioboro buat nonton film Cahaya untuk Ibu,” ujar Raka kepada Diswayjogja, Senin (10/8/2026).
Menurut Raka, kedatangan rombongan tersebut menjadi salah satu gambaran tingginya ketertarikan masyarakat terhadap konsep Biosra. Mereka rela menempuh perjalanan dari kawasan Malioboro menuju Kasihan untuk merasakan pengalaman menonton film di Biosra.
“Ini menunjukkan bahwa bukan hanya masyarakat sekitar yang tertarik. Ada juga masyarakat dari luar wilayah yang sengaja datang untuk menonton,” katanya.
Untuk memberikan pilihan waktu kepada masyarakat, Biosra menayangkan dua film setiap hari dengan total empat kali jadwal pemutaran. Penayangan dibagi menjadi sesi siang dan malam.
“Siang hari pukul 13.00 dan 15.30, sedangkan yang malam hari pukul 16.00 dan 20.00,” jelas Raka.
Untuk pekan ini, film Cahaya untuk Ibu dijadwalkan mengisi sesi siang, sedangkan film Pocong Merah ditayangkan pada sesi malam. ” Nanti menjelan 17 Agustus akan ditayangkan film film anak serta film film perjuangan” terang Raka.
Harga tiket Biosra juga dibuat berbeda antara hari biasa dan akhir pekan. Pada Senin hingga Kamis atau weekday, tiket dibanderol Rp10.000 per orang. Sementara pada Jumat hingga Minggu, harga tiket sebesar Rp15.000 per orang.
Dengan harga tersebut, masyarakat dapat menikmati hiburan layar lebar dengan biaya yang relatif terjangkau. Konsep inilah yang menjadi salah satu daya tarik Biosra sejak mulai dibuka untuk umum.
Kehadiran Biosra di Kasihan sekaligus menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat yang ingin menikmati film di layar lebar tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar tiket bioskop komersial. Antusiasme sejak awal pembukaan pun menjadi sinyal bahwa konsep bioskop berbasis masyarakat tersebut memiliki peluang untuk berkembang.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan