JAKARTA – Nasyiatul Aisyiyah (NA) terus menunjukkan kiprahnya sebagai organisasi perempuan muda Islam yang berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan ketahanan keluarga di Indonesia. Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah dinilai mampu menghadirkan gerakan perempuan yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Tim Ahli Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran & Sekolah Unggul, Dede Dwi Kurniasih menyampaikan bahwa Nasyiatul Aisyiyah memiliki posisi strategis dalam membangun generasi perempuan muda yang mandiri, cerdas, dan berkarakter.
Menurutnya, di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, organisasi perempuan seperti NA tidak hanya berperan dalam penguatan spiritual kader, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat hingga tingkat akar rumput.
“Peran Nasyiatul Aisyiyah sangat penting dalam menciptakan perempuan muda yang berdaya, berwawasan luas, serta memiliki kepedulian sosial tinggi. Kiprah ini menjadi modal besar dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pembangunan bangsa,” ujar Dede.
Ia menjelaskan, berbagai program yang dijalankan Nasyiatul Aisyiyah sejalan dengan visi pembangunan nasional, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan hidup.
Dalam aspek ketahanan keluarga, NA aktif mengedukasi masyarakat melalui program pranikah, parenting, hingga kampanye pencegahan stunting. Langkah tersebut dinilai menjadi kontribusi nyata dalam menekan angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga.
Di bidang ekonomi, organisasi ini juga mendorong lahirnya perempuan-perempuan muda mandiri melalui pelatihan UMKM dan penguatan kewirausahaan sosial (sociopreneur). Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis komunitas.
Sementara itu, pada sektor pendidikan dan literasi digital, Nasyiatul Aisyiyah dinilai konsisten membangun kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Edukasi literasi digital dilakukan untuk mencegah penyebaran hoaks, intoleransi, hingga paham radikalisme di ruang digital.
Tak hanya itu, kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi perhatian utama organisasi ini. Melalui berbagai gerakan pengelolaan sampah dan edukasi lingkungan, NA mendorong masyarakat untuk menciptakan ekosistem sirkular yang tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi dari pengolahan sampah yang berkelanjutan.
Dede menambahkan, sinergi antara Nasyiatul Aisyiyah, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga harmoni sosial serta menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas.
“Perempuan muda hari ini adalah penentu masa depan bangsa. Karena itu, gerakan Nasyiatul Aisyiyah harus terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi yang tangguh, toleran, inovatif, dan berdaya saing global,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan