Jakarta – Kabar Roy Suryo mendapat dana besar dari kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, sang mantan presiden kini menyeruak.

Sebelumnya, tuduhan terhadap pakar telematika tersebut disampaikan oleh eks Tenaga Ahli Utama Staf Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin lewat podcast.

Sementara Ngabalin lalu meminta Roy untuk memutar ulang semua podcast.

“Kemudian, dengar baik-baik pakai hati, pakai pikiran dengan teduh, bahwa proses tuduhan terhadap Jokowi 10 tahun dengan ijazah palsu itu berapa biaya yang digunakan. Itu dana besar, kan, Mas?” ujar Ngabalin.

“Karena itu saya bilang hanya urusan ijazah palsu 10 tahun, berapa biayanya? Banyak, kan?.

Dia lalu menyarakan Kompas membuat forum khusus untuk membincangkan tudingan itu agar bisa memperjelasnya.

Pakar telematika Roy Suryo langsung membantah tudingan bahwa dia mendapat dana besar dalam kasus dugaan ijazah palsu tsb. Kata Roy, bersediakah bersaksi di bawah Al Quran bahwa tuduhan Ngabalin bahwa dirinya menerima dana besar itu benar atau tidak.

Roy pun mendorong agar Bareskrim melakukan gelar perkara ulang.

Disisi lain, dokter Tifa mencurigai jika Bareskrim Polri menggunakan data palsu dalam menyelidiki ijazah Jokowi. Hal itu dikemukakan oleh dokter Tifa melalui cuitan di akun X miliknya @DokterTifa.

Ia menyoroti penggunaan penanggalan yang tercetak pada Harian Kedaulatan Rakyat, koran yang mencantumkan nama Jokowi dalam pengumuman kelulusan ujian masuk Proyek Perintis I (PPI) UGM tahun 1980.

Temukan juga kami di Google News.