Jakarta – Aksi unjuk rasa Mahasiswa yang tergabung dalam Kongres Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (KMPI) di Gedung DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (8/10) hari ini adalah hal yang wajar atas kekecewaan sebuah pemerintahan.

Hal itu diungkapkan oleh Fernando Emas, Direktur Rumah Politik Indonesia.

“Sangat wajar ketika ada pihak yang tidak puas dan kecewa terhadap pemerintahan Joko Widodo selama 10 tahun. Termasuk mahasiswa yang melakukan aksi hari ini di gedung DPR RI dengan aspirasi meminta Jokowi diadili.” ungkap Fernando dalam keterangan tertulis.

“Saya perkirakan pergerakan mahasiswa murni sikap mereka yang merasa kecewa dan tidak puas terhadap pemerintahan Joko Widodo.” imbuhnya.

Fernando melkhat bahwa momentum aksi tersebut yang dilakukan menjelang berakhirnya masa jabatan Jokowi sebagai Presiden. Sehingga menurutnya sangat kecil kemungkinan ada kepentingan tertentu dibaliknya.

“Kemungkinannya sangat kecil aksi ini diorder oleh pihak-pihak tertentu. Namun, memang sangat mungkin kalau aksi yang murni inisiatif mahasiswa akan ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil pemilu dan menginginkan terjadi kekacauan.” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar hal ini menjadi perhatian Polisi dalam pengamanan aksi.

“Saya mengimbau pihak polisi agar tetap profesional dan sesuai SOP melakukan pengamanan terhadap pihak yang melakukan aksi, baik itu pro atau kontra terhadap penguasa.” pungkasnya.

Temukan juga kami di Google News.