Rimanews.id – Desa Nglarohgunung di Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi saksi kekuatan media sosial dalam menghubungkan pemimpin dengan rakyatnya melalui penggunaan perpustakaan. Perpustakaan Desa di sana menerima kiriman puluhan buku dari Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang juga anak pertama Presiden Joko Widodo.

Buku-buku yang dibungkus rapi dengan sampul berwarna biru bertuliskan nama Gibran ini, tidak hanya merupakan sumbangan fisik tetapi juga simbol dari interaksi digital yang semakin menguat dalam politik kontemporer.

Kejadian ini berawal ketika pengelola Perpustakaan Desa, Mohammad Munasir, mencuit di Twitter mengenai kebutuhan buku di desanya.

Meskipun cuitan itu dilakukan dengan nada iseng, respon yang diberikan oleh Gibran menunjukkan betapa eratnya keterhubungan antara pejabat publik dengan masyarakat melalui media sosial.

Kejadian ini membuktikan bahwa interaksi digital dapat membawa dampak nyata dan positif bagi masyarakat.

“Jadi kemarin kita membuat suatu ide gagasan program di desa tentang remaja, waktu perjalanan kita kan aktif di media sosial, waktu ada percakapan dari Mas Gibran kita nge-tweet ‘kirim dong bukunya ke desa kami’ ternyata direspons,” ujar Munasir saat ditemui salah satu media nasional, di Perpustakaan Desa Nglarohgunung, Senin (19/12/2022) malam.

Buku-buku yang dikirimkan oleh Gibran tidak hanya menambah koleksi di Perpustakaan Desa Nglarohgunung tetapi juga menjadi sumber ilmu dan inspirasi bagi para remaja dan masyarakat desa. Kehadiran buku-buku ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan membuka cakrawala pengetahuan warga.

“Nah disitulah kita jadi tahu kekuatan dari media sosial, yang sebenarnya kita mungkin bahasanya iseng, ternyata ditanggapi sama beliau dan sampai sejauh ini, bukunya sampai di sini, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan remaja sini,” terang dia.

Di sisi lain, kegiatan ini juga memperkuat citra Gibran sebagai figur publik yang responsif dan peduli terhadap pendidikan serta pembangunan masyarakat di daerah.

Dari perspektif politik, aksi Gibran ini merupakan contoh dari soft power atau kekuatan lembut dalam politik. Dengan memberikan perhatian pada kebutuhan pendidikan dan membuka dialog langsung dengan masyarakat melalui media sosial, Gibran memperlihatkan model kepemimpinan yang inklusif dan dekat dengan rakyat.

Langkah ini tidak hanya memperkuat hubungan antara pemimpin dan rakyat tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Insiden kecil ini juga menyoroti pentingnya infrastruktur digital dalam politik modern. Media sosial, yang menjadi platform utama dalam interaksi ini, telah membuka ruang baru untuk komunikasi antara pemimpin dan rakyat.

Kecepatan, jangkauan, dan sifat interaktif dari media sosial membuatnya menjadi alat yang efektif dalam politik, baik untuk menyampaikan informasi, menerima masukan, maupun membangun citra.

Namun, kehadiran buku-buku ini juga mengingatkan bahwa meskipun digitalisasi telah merambah ke berbagai aspek kehidupan, buku fisik masih memiliki tempat penting dalam pendidikan dan pengembangan diri.

Buku-buku ini menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa depan, tradisi dan inovasi, serta membawa harapan akan generasi yang lebih terinformasi dan teredukasi.

Kiriman buku dari Gibran Rakabuming Raka ke Perpustakaan Desa Nglarohgunung bukan hanya tentang buku itu sendiri tetapi juga tentang bagaimana politik, pendidikan, dan teknologi dapat bersinergi untuk menciptakan dampak yang positif bagi masyarakat.

Ini adalah pelajaran tentang bagaimana kepemimpinan yang responsif dan pemanfaatan teknologi yang tepat dapat menghasilkan perubahan yang nyata dan bermakna.

Temukan juga kami di Google News.