Calon Presiden Ganjar Pranowo kerap menunjukan perhatiannya terhadap sektor digital. Dalam diskusi webinar oleh Keluarga Alumni Hukum Gadjah Mada (Kahgama) melalui Zoom, pada Kamis, 12/10/2023, ia bahkan sempat menyampaikan, perlu adanya mata kuliah dasar umum (MDU) Digital.
“Saya kalau bercanda dengan kawan-kawan para ilmuwan, para peneliti, dan lain sebagainya, kami sampaikan, kalau dulu rapat paripurna kuliah ada MDU mata kuliah dasar umum, kewiraan, Pancasila, agama, sekarang mesti ditambah digital, karena semua orang akan menggunakan itu,” ungkap Ganjar pada kesempatan itu.
Selanjutnya, Ganjar juga mengungkapkan bahwa teknologi digital saat ini sudah menjadi kewajiban dan bagian dari keseharian kita, layakny makan dan bernafas.
Di dalam artikel ini, mari kita bahas 3 alasan pentingnya mahasiswa menguasai skill digital.
1. Peluang Kerjaan
Saat ini, banyak pekerjaan yang memerlukan pemahaman yang kuat tentang teknologi dan kemampuan untuk mengoperasikan perangkat digital. Keterampilan digital membantu individu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif dan memungkinkan mereka untuk mengejar karier yang lebih baik. Kebutuhan akan skill digital di masa sekarang memang terus meningkat secara signifikan. Dari hasil riset yang dilakukan oleh World Bank dan McKinsey, Indonesia diprediksi membutuhkan 9 juta talenta digital pada 2030.
Secara rata-rata, kebutuhan talenta digital ini mencapai 600.000 orang per tahunnya. Namun sayangnya, sampai saat ini perguruan tinggi di Indonesia baru mampu menyuplai sekitar 100.000-200.000 talenta digital per tahun. Artinya, ada gap sebesar 400.000-500.000 talenta digital per tahun.
Mahasiswa diharapkan bisa memenuhi target kebutuhan ini, memiliki kemampuan digital akan mempersiapkan para mahasiswa untuk menyambut tantangan pekerjaan. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang mencari kandidat yang memiliki kemampuan digital yang baik.
2. Meningkatkan Produktivitas, Kreativitas, dan Inovasi
Skill digital juga bisa meningkatkan produktivitas secara digital. Semakin mahir dalam menggunakan perangkat digital, maka akan semakin cepat menyelesaikan pekerjaan dan tugas lainnya. Dengan begitu, pekerjaan dapat tuntas dalam waktu yang lebih singkat dan lebih efisien.
Banyak perangkat digital yang bisa membantu dalam beberapa hal terkait produktivitas. Seperti alat manajemen tugas, pengolahan data, alat komunikasi, dan lain sebagainya. Penggunaan alat digital juga akan terus mendorong pengembangan skill digital secara langsung.
Keterampilan dalam dunia digital juga memungkinkan untuk melakukan pekerjaan secara jarak jauh atau remote working. Dengan mengoptimalkan penggunaan aplikasi-aplikasi online yang tersedia.
Skill digital juga akan membantu masyarakat berpikir jauh lebih kreatif dan inovatif karena banyaknya pilihan yang dapat kamu ambil dalam mengembangkan kemampuan digital. Kemajuan dalam teknologi digital berperan dalam mendorong inovasi di berbagai sektor, termasuk ilmu pengetahuan, kesehatan, dan bisnis. Orang yang memiliki keterampilan digital dapat berkontribusi dalam pengembangan teknologi baru dan solusi inovatif.
3. Mengatasi Kesenjangan Keterampilan
Keterampilan digital juga akan membantu meminimalisir kesenjangan keterampilan yang terdapat di masyarakat. Dengan menguasai keterampilan digital, masyarakat bisa mendorong pendidikan yang lebih inklusif, membuka ruang untuk mengadakan pelatihan sumber daya, juga membuka pendekatan berbasis komunitas.
Melansir dari Sales Force, saat ini sekitar 54% pekerja percaya bahwa teknologi akan lebih cepat maju daripada kemampuan tenaga kerja. Maka kini dunia kerja sedang mengalami kesenjangan antara kebutuhan pekerja dengan kemampuan digital baik dengan para pencari kerja yang minim kemampuan digitalnya.
Alasan-alasan ini bisa menjadi dasar pembentukan mata kuliah dasar umum digital, sebagaimana yang diharapkan oleh Ganjar Pranowo. Pembentukan kuliah umum digital bisa menjadi bekal bagi mahasiswa memaksimalkan peluang-peluang yang ada di masa depan.


Tinggalkan Balasan