Jakarta – Peneliti Pusat advokasi dan studi konstitusi demokrasi (PASKODE) Jeklin S.H angkat bicara mengenai kejadian mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Sultan Rif’at Alfatih yang menjadi korban kecelakaan imbas kabel optik yang terjuntai ke jalanan di Jalan Pangeran Antasari pada 5 Januari lalu.
Peneliti PASKODE Jeklin, mengatakan selama tahun 2023 di DKI Jakarta sudah menelan 2 korban, tentunya peristiwa ini menggambarkan betapa semrawutnya jaringan utilitas di ibu kota.
“Akibat terkena kabel optik tersebut sudah mengakibatkan korban jiwa,” tegas Jeklin, hari ini.
PASKODE pun mendorong Kepolisian Republik Indonesia untuk dilakukan proses penyelidikan mendalam terkait kasus tersebut, apakah kasus ini ada unsur kelalaian dari pihak PT Bali Towerindo Sentra Tbk.
“Secara kemanusiaan pihak perusahan harus bertanggungjawab terhadap para korban jangan lari dari tanggungjawab,” tukasnya.
Ditempat terpisah, Fatih, ayah dari Sultan Rif’at Alfatih (20), seorang mahasiswa dari Universitas Brawijaya (UB) yang menjadi korban insiden kabel serat optik di Jakarta Selatan, berkeinginan untuk bertemu dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Tujuan pertemuan ini adalah untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada putranya. “Bagi saya dan keluarga, serta terutama bagi anak saya, tentu merupakan suatu kehormatan besar jika Kapolri bersedia untuk datang ke sini,” kata Fatih kepada para wartawan pada Sabtu (5/8/2023).
Untuk diketahui, peristiwa kecelakaan ini terjadi pada Kamis 5 Januari 2023 lalu sekira pukul 22.00 Wib. Saat ini korban, Sultan Rif’at Alfatih sedang pergi bersama temen – temannya berkeliling menggunakan motor. Setiba di seputaran jalan Antasari Jakarta Selatan. Motor yang dikendarai korban berada di belakang mobil SUV yang tersangkut kabel fiber optik.
Kabel fiber optik yang menjuntai tersebut sempat terseret mobil SUV namun tidak terputus. Saat kabel fiber optik tersebut kembali ke tempat semula dan langsung mengenai Sultan yang tepat berada di belakang mobil SUV tersebut. Akibat jeratan kabel fiber optik tersebut, tenggorokan korban mengalami luka parah dan harus kehilangan kemampuan bicara secara normal, serta beberapa luka lainya yang cukup serius. Bahkan korban terancam mengalami kelumpuhan.


Tinggalkan Balasan