Oleh: Dr. USMAR. S.E.,M.M

Tulisan ini disampaikan adalah untuk menegaskan kembali tentang hari lahir PANCASILA sekaligus menyambut peringatannya yang yang ke-78 Tahun. Tafsir ini penulis merasa perlu untuk disosialisasikan pada generasi berikut, agar mereka mendapat kepastian dan mengetahui dengan pasti sejarah kelahiran Dasar Negara Republik Indonesia sebagai perekat utama keutuhan Bangsa Dan Negara ini.

Memahami sejarah hari lahir PANCASILA dapat kita mulai dari saat setelah dilantiknya anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), pada hari Senin, tgl 28 Mei 1945, pukul 15.35 Wib, dengan anggota sebanyak 62 orang. Kemudian dilanjutkan dengan menetapkan dr. Radjiman Wediodiningrat sebagai Ketua, di dampingi dua orang Wakil Ketua, yaitu R.P.Suroso dan .

Selanjutnya panitia BPUPK memutuskan bahwa sidang pertama BPUPK, akan dilangsungkan dari tgl 29 Mei s/d 1 Juni 1945.

Adapun agenda terpenting dalam sidang pertama itu adalah mencari jawaban atas pertanyaan Ketua Panitia dr.Radjiman Wediodiningrat, “Negara Indonesia merdeka yang akan kita bentuk itu, apa dasarnya ?”.

Dalam sidang pertama ini, yang berlangsung sejak tgl 29 Mei – 1Juni 1945, tercatat ada 46 orang pembicara yang menyampaikan pemikirannya.

Namun dari para tokoh yang berbicara itu, belum ada yang menyampaikan sebagai jawaban yang pas atas pertanyaan Ketua Panitia BPUPK tersebut.

Barulah ketika Bung Karno, mendapat giliran untuk berbicara, pada hari terakhir sidang, yaitu hari Jumat, tgl 1 Juni 1945, pukul 11.00 Wib, selama sekitar satu jam, memberikan uraian secara lengkap yang berisi tentang Lima Sila, tentang dasar negara, untuk menjawab pertanyaan Ketua Panitia BPUPK tersebut.

Seperti kita ketahui, Bung Karno membuka pidatonya dengan mengatakan bahwa “Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya”

“Saya akan menetapi permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka tuan ketua yang mullia? Paduka tuan Ketua yang mulia minta kepada sidang Dokuritu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini”

Pidato Bung Karno yang disampaikan secara lisan tersebut, dicatat oleh Notulen dengan menggunakan tulisan Stenografi sistem karundeng.

Selanjutnya sebelum sidang pertama ini berakhir dibentuklah panitia kecil yang kemudian memilih 9 orang (Panitia 9), yang terdiri dari :
1. Ir.Soekarno
2. Drs, Mohammad Hatta
3. Mr. A.A, Maramis
4. Abikusno Tjokrosoejoso
5. Abdulkahar Muzakir
6. H. Agus Salim
7. Mr. Ahmad Subardjo
8. Wachid Hasjim
9. Mr.Muh.Yamin

Adapun tugas panitia kecil ini adalah untuk menyelesaikan dua hal, yaitu :
1. Merumuskan kembali PANCASILA sebagai dasar negara, berdasarkan pidato Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945
2. Menjadikan dokumen tiu sebagai teks untuk memproklamasikan Indonesia Merdeka

PERKEMBANGAN RUMUSAN PANCASILA
Dalam Pidato Bung Karno tgl 1 Juni 1945 itu, rumusan dan urutannya adalah: 1).Kebangsaan Indonesia; 2) Internasionalisme atau Perikemanusiaan; 3)Mufakat atau Demokrasi; 4)Kesejahteraan Sosial; 5) Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dari rumusan tersebut, bahwa terlihat Pancasila terdiri atas dua lapisan fundamen, yaitu; pertama; Fundaemen Politik; kedua; Fundamen Moral (etik Agama).

Dan baru pada perkembangan berikutnya, oleh panitia kecil yang dibentuk berdasarkan amanat saat hari terakhir BPUPK, mengubah dengan meletakkan fundamen Moral di atas fundamen politik, maka susunannya pun ber-ubah, menjadi seperti Pancasila saat ini, yaitu :

1) Ketuhanan Yang Maha Esa; 2) Kemanusiaan yang adil dan beradab; 3) Persatuan Indonesia; 4) Kerakyatan yang dipimpin o

Temukan juga kami di Google News.