Sebenarnya rektorat UIN sudah menegaskan akan mengeluarkan mahasiswa yang ikut mendukung ideologi politik khilafah termasuk Gema Pembebasan. Namun ternyata himbauan tersebut tidak efektif karena masih ada saja mahasiswa yang masih ikut.

Yang mengkhawatrikan adalah mereka melakukan perekrutan terhadap para mahasiswa baru dengan melakukan pengajian-pengajian kecil. Disanalah doktrin pemahaman anti NKRI dimasukkan dan disusupi dengan ideologi khilafaj.

Tak ada beda dengan organisasi lainnya, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) juga memiliki sayap di lingkungan kampus. Organisasi itu bernama Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan. Juru Bicara HTI Ismail Yusanto menyebut organisasi itu bagian dari HTI.

Organisasi ekstra kampus itu dibentuk secara khusus untuk menjaring kader HTI dari kalangan mahasiswa. Gema Pembebasan dibentuk pada 28 Februari 2004 di Auditorium Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia (UI).

Siddiq Rabbani, Ketua Umum Gema Pembebasan mengungkapkan bahwa sesuai dengan Angaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Gema Pembebasan ingin menjadikan Islam sebagai landasan pergerakan. Selain itu, kata Shiddiq, pihaknya ingin menegakkan hukum Islam secara menyeluruh.

“Jadikan ideologi Islam ini sebagai mainstream pergerakan. Bicara tentang ini harus kembali pada Islam,” kata dia.

Temukan juga kami di Google News.