Jakarta – Gerakan Pemerhati Kepolisian (GPK RI) angkat suara terkait dengan kasus penganiayaan (pembacokan) terhadap securiti Komplek Istiqomah Cilandak Stefanus Benny Sugiharto yang di saat ditangani Polsek Cilandak, Jakarta Selatan.

Ketua GPK Abdullah Kelrey mengaku secara pribadi dan organisasi pihaknya menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga korban atas kejadian yang videonya viral oleh pelaku sadis tersebut.

Selanjutnya, kata Kelrey, GPK berharap Polres Metro Jakarta Selatan dan bila perlu Polda Metro Jaya bisa menangani kasus menonjol tersebut demi memenuhi rasa keadilan dan menciptakan kepercayaan publik.

“Jangan biarkan kasus yang mengakibatkan korban meninggal dunia ini mangkrak dan jalan ditempat. Harus di usut secara serius, segera tangkap pelakunya. Jangan sampai kinerja dengan ketidakbecusan kinerja Polsek, membuat nama besar lembaga Kepolisian tidak bagus,” sebutnya.

Menurutnya, kasus yang menyeret pelaku diduga bernama Rahmat dan kini sedang pengejaran ini oleh Polsek Cilandak ini patut di evaluasi. Terutama kinerja pucuk pimpinan Polsek Cilandak.

“Jangan ditutup-tutupi kasus ini, harus transparan disampaikan ke publik perkembangannya. Kapolres Metro Jaksel harus evaluasi Kapolsek Cilandak,” ujarnya.

Rey mengingatkan pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menginstruksikan jajarannya untuk menyerap aspirasi masyarakat, dan jangan sampai muncul anggapan kepolisian baru bergerak cepat jika diviralkan di media sosial. Kapolri juta menyebut stigma masyarakat tersebut harus dihapuskan.

Hal tersebut sesuai dengan konsep Presisi, seluruh jajaran polri harus prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan.

“Jangan padamkan api, pada saat api besar. Padamkan api saat masih kecil. Harusnya keseriusan penanganan itu muncul sebelum kasus ini viral,” tambahnya.

“Kemarin peristiwa Sambo terjadi di Jaksel dan dapat atensi khusus. Lha sekarang kasus pelaku sadis bak jagal ini terjadi lagi di Jaksel dan belum juga terungkap. Harusnya berkaca pada kasus Ferdy Sambo buat pembelajaran bagi Polres Jaksel dan soal kasus menonjol ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, seorang ibu rumah tangga bernama Siwi Widyastuti, melaporkan peristiwa pembacokan terhadap suaminya hingga meninggal dunia ke Polsek Cilandak, Polres Metro Jakarta Selatan.

Adapun laporan tersebut tertuang dalam Nomor Polisi: LP/4872/K/XII/2022 Sek. Cilandak, 19 Desember 2022. Sudah satu bulan lamanya, hingga saat ini tak kunjung ada progres yang berarti, tak ada tersangka yang ditangkap.

Adapun korban bernama Stefanus Benny Sugiharto, sementara pelaku diduga bernama Rahmad. Pelaku melakukan pembacokan terhadap korban berulang kali di sebuah pos security Komplek Istiqomah Jalan Kebon RT 4/5 Kav. 29 Gandaria Selatan, Cilandak Jakarta Selatan.

Ada sekitar 20 lebih luka bacokan dialami korban seperti di kepala, lengan kiri, leher dll. Korban sempat dirawat selama 1 bulan, namun akhirnya meninggal dunia. Sementara kasusnya masih jalan di tempat.