Jakarta – Sejumlah massa yang mengatasnamakan Masyarakat Papua Cinta NKRI menggelar aksi damai menolak peringatan hari ulang tahun OPM (Organisasi Papua Merdeka) tanggal 1 Desember 2022 di depan Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jakarta Pusat.

Mereka tidak mau merayakannya karena organisasi ini jelas memberontak dan terlarang. dalam aksinya mereka menghimbau warga Papua, terutama mahasiswa, untuk tidak memperingati ulang tahun OPM, karena hal tersebut sama saja menjadi penghianat bangsa.

Pantauan di depan Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (01/12/2022), sekitar pukul 10.15 WIB masa mulai berkumpul dengan peserta aksi tersebut ± 100 orang yang mayoritas masyarakat perantau Papua, aksi tersebut dipimpin langsung oleh Sdr. Jefri Tenus selaku ketua Masyarakat Papua Cinta NKRI DKI Jakarta.

Jefri Tenus dalam orasinya menyampaikan aksi ini merupakan bentuk kecintaannya terhadap negara Indonesia ini, dan menyatakan dengan tegas menolak adanya perayaan Hari Ulang Tahun Organisasi Papua Merdeka (HUT OPM) yang rutin dilaksanakan oleh kelompok Papua setiap tanggal 1 Desember 2022. Mereka tidak mau merayakannya karena organisasi ini jelas memberontak dan terlarang. Mereka juga mengimbau kepada warga Papua pada umumnya, terutama mahasiswa papua yang sedang menjalani studi di Jakarta untuk tidak memperingati ulang tahun OPM.

“Jangan ikut-ikutan demo pro OPM dan meneriakkan ‘Papua merdeka’. Unjuk rasa bukanlah aksi untuk tampil keren dan mereka beresiko dibubarkan hingga dipidana, karena demo tersebut tidak berizin, karena hal tersebut sama saja menjadi penghianat bangsa.” tegas Jefri.

Selama ini OPM dan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) adalah organisasi pemberontak, yang tidak setuju akan hasil Pepera (penentuan pendapat rakyat) yang menyatakan bahwa rakyat Papua ikut Indonesia. Padahal Pepera sudah terjadi lebih dari 30 tahun lalu dan hasilnya juga dianggap sah oleh pengadilan internasional. OPM tidak terima dan ingin memerdekakan diri, walaupun Papua adalah bekas jajahan Belanda dan otomatis masuk wilayah Indonesia.

Menurut Sdr. Jefri Tenus, pendukung OPM didominasi oleh kelompok-kelompok yang belum puas.

“Katanya 1 Desember itu hari merdeka. Merdeka selama ini terus menyuarakan pendapatnya bahwa Papua harus dimerdekakan dari Indonesia dan 1 Desember adalah hari ulang tahun mereka, sekaligus hari kemerdekaan yang ditunggu-tunggu. Padahal selama ini Papua tidak pernah dijajah oleh Indonesia.” tandasnya.

Diketahui sebelum tahun 1945, Papua (yang dulu bernama Irian Barat) dijajah oleh Belanda. Namun sejak proklamasi, otomatis Indonesia merdeka, termasuk Papua.

“Bagaimana bisa OPM mengira bahwa Papua dijajah oleh Indonesia? Padahal pemerintah sudah memberikan begitu banyak dana dan fasilitas untuk rakyat di Bumi Cendrawasih. Misalnya Jembatan Youtefa, Jalan Trans Papua, Bandara Internasional Sentani dan lain sebagainya. Hal ini yang perlu dipahami oleh rakyat Papua agar mereka tidak terprovokasi oleh OPM yang selalu menghasut untuk memerdekakan diri.” sahut Jefri lagi.

Menurut Sdr. Jefri Tenus, anak-anak muda yang aktif menyuarakan Papua merdeka telah dipengaruhi oleh informasi-informasi yang sengaja dipelintir oleh kelompok kepentingan tertentu. Baik dari luar negeri maupun di Papua sendiri. Informasi yang dimaksud adalah propaganda dari OPM yang menyatakan bahwa pemerintah pusat ingin mengambil kekayaan alam Papua. Padahal yang benar adalah para investor datang ke Bumi Cendrawasih untuk proyek kerja sama yang saling menguntungkan.

Oleh karena Sdr. Jefri Tenus selalu mengingatkan kepada para pemuda jangan mudah terprovokasi hoaks dan propaganda dari OPM.

“Jangan lupakan sejarah bahwa OPM telah membunuh banyak orang asli Papua selama puluhan tahun. Bagaimana bisa mereka mengajak untuk merdeka, sementara orang Papua malah dihilangkan nyawanya dengan kejam?” tukasnya.

Dalam aksinya Masyarakat Papua Cinta NKRI berikrar cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mendeklarasikan diri sebagai berikut :

a) Mengajak seluruh elemen masyarakat Papua khususnya, dan umumnya masyarakat Indonesia untuk menolak HUT OPM pada 1 Desember

b) Meminta kepada semua pihak keamanan agar dapat menindak tegas setiap adanya kelompok yang akan merayakan HUT OPM

c) Menolak dengan tegas keberadaan kelompok separatis yang sering menyengsarakan masyarakat dan menghambat pembangunan

d) Mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final dan Papua tetap berada di dalam bingkai NKRI

e) Papua tetap Merah Putih, Papua NKRI, Papua Indonesia!