Jakarta – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Kamis 16/6/2022) dan nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dominan diusulkan oleh DPW Partai NasDem. Ada 32 DPW Nasdem yang menjagokan Anies maju sebagai capres 2024. Disusul nama Ganjar Pranowo dengan total 29 DPW NasDem yang mengusulkan nama politisi PDIP tersebut. Selanjutnya ada nama Menteri BUMN Erick Thohir yang diusung oleh 16 DPW NasDem.
Hari Purwanto, Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) menilai bahwa hasil dari Rakernas Partai Nasdem yang dilaksanakan belum bisa menjadi putusan final.
“Kenapa? Sosok Surya Paloh adalah politisi dan pengusaha media yang sudah banyak memahami berpolitikan nasional dan memiliki segudang pengalaman. Sebagai pucuk pimpinan tertinggi Partai Nasdem yang menghadirkan sistem dan cara mengakomodir dan pengambilan keputusan dari bawah keatas dimana wilayah turut berperan. Sehingga kader-kader Partai Nasdem dalam menjalankan roda organisasi dengan prinsip demokrasi terpimpin secara eksplisit terbaca oleh publik,” tutur Hari.
Hari menjelaskan bahwa kader-kader Partai Nasdem memang turut serta dan berpartisipasi dalam menentulkan arah politik partai. Namun jika benar Partai Nasdem wilayah dan arus bawah mengusung Anies Baswedan, apakah menjadi berkah atau musibah bagi Partai Nasdem?
“Menyatunya politik identitas dalam sosok Anies Baswedan saat mencalonkan diri dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Tentu akan jadi resiko yang harus diterima oleh Partai Nasdem jika pada akhirnya mendorong AB menjadi Capres.” jelas Hari.
Dalam posisi tersebut, Hari meyakini panglima tertinggi Partai Nasdem Surya Paloh memiliki kalkulasi politik tersendiri dari kematangannya selama ini. Karena saat Partai Nasdem berdiri dan saat masih menjadi ormas, banyak tokoh yang terlibat didalamnya. Namun setelah Ormas Nasdem menjadi Partai Nasdem beberapa tokoh yang terlibat saat di Ormas mengundurkan diri.
“Banyak ujian yang dijalani oleh Partai Nasdem dan tentunya berusaha menunjukkan konsistensi dan gaya kepemimpinan Surya Paloh. Bahkan ada salah satu kader yang terlibat korupsi, Surya Paloh tegas menunjukkan gaya kepemimpinannya. Jadi kesimpulan dari hasil Rakernas Partai Nasdem hari ini belum bisa menjadi tolak ukur.” lanjut Hari.
Hari mengingatkan sifat politik yang dinamis, termasuk semua keputusan ada ditangan Surya Paloh yang sudah bersusah payah membawa dan memberikan pengaruh dalam percaturan politik di Indonesia.
“Tidak ada kawan dan lawan abadi, yang ada hanya kepentingan abadi,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan