Jakarta – Sejumlah massa dari Komisi Nasional Perempuan Indonesia (KNPRI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada Selasa pagi (24/6/2025). Aksi yang dipimpin oleh Meryati ini diikuti oleh sekitar 22 orang peserta, dengan tuntutan utama mendesak DPR untuk menindaklanjuti surat pernyataan purnawirawan TNI yang mengusulkan pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Aksi dimulai sekitar pukul 10.02 WIB di Jalan Gatot Subroto, Senayan, dengan massa membawa berbagai alat peraga seperti mobil komando, poster, spanduk, dan megafon. Beberapa poster menyuarakan kritik tajam terhadap Wapres Gibran, dengan slogan-slogan provokatif yang menggambarkan penolakan terhadap legitimasi dan kapabilitas politiknya.
Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian oleh para peserta, terutama dari tokoh-tokoh perempuan seperti Meryati, Erna, dan Kasium, mereka menilai bahwa Gibran adalah “wakil presiden karbitan” hasil manipulasi konstitusi melalui putusan Mahkamah Konstitusi. Mereka juga menyatakan dukungan penuh terhadap 300 lebih purnawirawan TNI yang sebelumnya mengirim surat resmi ke DPR dan MPR terkait usulan pemakzulan.
“Kami emak-emak bukan ahli hukum, kami hanya ibu rumah tangga, tapi kami tahu mana yang adil dan mana yang dzalim. Kami tidak buta, kami belajar dari media sosial dan realita yang kami rasakan,” ujar Meryati dalam orasinya.
Sementara itu, peserta aksi lainnya menyinggung isu-isu ketenagakerjaan, ketimpangan ekonomi, hingga kekhawatiran terhadap arah pembangunan nasional, seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), yang dinilai menyimpang dari tujuannya. Aksi ini juga disuarakan secara emosional oleh perwakilan dari daerah seperti Banten dan Bekasi, yang mengaku datang tanpa subsidi dan secara swadaya.
“Kami datang tanpa logistik dari partai atau siapa pun, ini murni aspirasi rakyat. Jangan remehkan suara kami,” tegas Erna dalam orasi keduanya.
Puncak aksi terjadi sekitar pukul 11.11 WIB saat massa mencoba memasuki kompleks Gedung DPR/MPR untuk menyampaikan langsung pernyataan sikap. Meski demikian, situasi tetap aman dan kondusif, dengan pengamanan yang dilakukan secara humanis oleh aparat kepolisian.
Dalam pernyataan sikap tertulis yang dibacakan di lokasi, KNPRI menegaskan enam poin utama, termasuk dukungan terhadap purnawirawan TNI, desakan kepada DPR/MPR/DPD untuk menindaklanjuti aspirasi rakyat, serta permintaan agar Presiden Prabowo melepaskan diri dari pengaruh pemerintahan sebelumnya.
Hingga pukul 11.30 WIB, aksi masih berlangsung dalam keadaan damai.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan