Jakarta – Eks Ketua BEM UI Melki Sedek Huang sedang menjadi perbincangan di media sosial pasca diduga melakukan kekerasan seksual.

Namanya menjadi trending topik lantaran dinonaktifkan oleh BEM UI dari posisinya sebagai Ketua BEM UI usai isu dugaan kekerasan seksual beredar luas.

Diketahui, secara mendadak BEM UI mengumumkan ke publik bahwa sudah menonaktifkan Melki Sedek Huang dalam dugaan kekerasan seksual, Selasa, 19 Desember 2023.

Melki Sedek Huang pun masih menjadi perbincangan setelah sebelumnya mengajak debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming.

Kabar ini dikonfirmasi oleh Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia (UI) Badrul Munir.

Badrul mengatakan bahwa benar adanya laporan kekerasan seksual atas nama Melki Sedek Huang.

Laporan itu masuk ke BEM dan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UI.

“Setiap kasus KS (red, kekerasan seksual) di UI ditangani oleh Satgas PPKS yang dibentuk dan bertugas secara independen, sesuai Permendikbud dan Peraturan Rektor,” ujar Badrul.

“Saat ini Satgas PPKS UI sedang melakukan proses pemeriksaan. Dan untuk informasi detail, tidak bisa kami sampaikan karena Satgas PPKS terikat dengan aturan,” kata admin Satgas PPKS dikutip dari CNN.

“Mohon untuk dapat menunggu hingga proses penanganan selesai dan Rektor UI menetapkan Sanksi Administratif,” imbuh Satgas PPKS UI.

Namun, saat ini Melki Sedek Huang sudah resmi dinonaktifkan dari Ketua BEM UI.

Isu pelecehan seksual memang masih menjadi sorotan di media sosial lantaran sangat sensitif dan mengundang kemarahan publik.

Sebelumnya, kasus Melki Sedek Huang viral diunggah oleh akun @BulanPemalu.

Pada unggahan itu tertera keterangan bahwa Ketua BEM UI melakukan kekerasan seksual.

“ALERTA!!! KABEM UI 2023 ngelakui KEKERASAN SEKSUAL (?)” tulis cuitan tersebut.

Temukan juga kami di Google News.