JAKARTA – Jelang dua tahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, Aktivis Corong Rakyat mengingatkan kembali kepada elemen mahasiswa dan pemuda dari berbagai kampus di wilayah DKI dan Nusantara untuk tidak absen menyuarakan evaluasi kinerja Pemerintahan. Menurut Aktivis Corong Rakyat Hasan, dua tahun pemerintahan ini adalah momentum yang tepat untuk elemen mahasiswa memberikan evaluasi sejauh mana efektivitas kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin merealisasikan janji politik.

“Evaluasi ini perlu dalam kerangka membangun pemerintahan yang efektif. Lebih-lebih, dalam masa pandemi ini, mendesak dibutuhkan pemerintahan yang tak asal bekerja, tapi juga responsif sekaligus adaptif,” ungkap Hasan, usai melaksanakan konsolidasi di bilangan Tugu Proklamasi, hari ini.

Dikatakannya, di periode kedua pemerintahannya saat ini, Pemerintahan Jokowi sejatinya makin dihadapkan pada masalah besar. Di tengah berbagai tekanan plus pandemi Covid-19 yang belum mampu sepenuhnya terkendali, dua tahun kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin sangat membutuhkan dukungan moral force dari mahasiswa dan perangkat pembantu yang makin mumpuni. Tanpa itu, kepercayaan publik (public trust) akan kian mudah terdegradasi. Lebih-lebih, jika berbagai program dan kebijakan tak mampu banyak menjangkau harapan publik.

“Dua tahun adalah masa tepat untuk evaluasi dan melanjutkan pahatan legacy yang benar-benar bisa memberikan ketenangan. Kami juga mengajak kepada elemen mahasiswa untuk terlibat aktif menyuarakan evaluasi dua tahun Jokowi- Maruf Amin sebagai bentuk pengawasan terhadap pemerintahan,” ujarnya.

Oleh karenanya, pihaknya berharap, jelang evaluasi dua tahun Jokowi-Maruf Amin tidak ada upaya kriminalisasi terhadap gerakan mahasiswa. Pihaknya juga berpesan agar para mahasiswa dan pemuda dari berbagai elemen kampus untuk menjadikan momentum tahunan setiap tanggal 20 Oktober sebagai puncak gerakan mahasiswa dalam melakukan kontrol terhadap keberlangsungan jalannya pemerintahan.

“Demi terciptanya pemerintahan berkeadilan. Gerakan mahasiswa harus ditandai dengan sikap kritis atas kegelisahan masyarakat, sehingga haram hukumnya apabila ada kriminalisasi terhadap gerakan mahasiswa,” tukasnya.

Corong Rakyat mengklaim akan terus melakukan Konsolidasi Evaluasi dua tahun Jokowi-Maruf Amin menjelang 20 Oktober ke setiap wilayah di DKI Jakarta sebagai upaya konsolidasi guna menghidupkan kembali nalar kritis mahasiswa sebagai kontroling terhadap pemerintah dan tulang punggung masyakat.