JAKARTA – Perwakilan Komunitas Nusa Terindah Toleransi (K-NTT) mendatangi Pondok Pesantren Nurjadiid, di Kampung Ciketing, RT003 RW 003, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (16/9/2021) siang.

Saat tiba perwakilan Komunitas Nusa Terindah Toleransi disambut pendiri Pondok Pesantren Nurjadiid, Ustad Saung Galih dan para santri.

Ketua Komunitas Nusa Terindah Toleransi (K-NTT), Jhonty Laumakani, mengatakan kunjungan ini sebagai bentuk membangun tali silaturahmi antar umat beragama sesuai dengan semangat yang digaungkan oleh (K-NTT).

“Urusan pekerjaan sosial harus terus berjalan tanpa pandang suku, golongan, dan agama. Karena di mata Tuhan kita sama. K-NTT akan terus bergerak dalam pergerakan,” kata Jhonty dalam rilisnya yang diterima wartawan, Kamis (16/9/2021).

Pada kesempatan ini Komunitas Nusa Terindah Toleransi turut menyerahkan tiga buah gitar kepada pemimpin Pondok Pesantren Nurjadiid, Ustad Saung Galih.

Bantuan alat musik ini diharapkan dapat mendukung semangat para santri yang ingin belajar musik.

“Bisa jadi adik-adik yang ada di pesantren ini, nanti dapat lawatan Tuhan dan menjadi pemain musik hebat di negara tercinta kita ini,” kata pria yang biasa disapa Ka Jhonty itu saat mengajarkan para santri terkait teknik dasar bermain gitar.

Sedangkan pendiri Pondok Pesantren Nurjadiid, Ustad Saung Galih sangat berterimakasih kepada Komunitas Nusa Terindah Toleransi, karena di tengah pandemi Covid-19 masih tetap mengedepankan rasa peduli.

“Terima kasih K-NTT. Kami terus mendoakan agar komunitas ini terus berkembang dan menjadi lebih baik ke depan,” Ustad Saung Galih.

Untuk diketahui, Komunitas Nusa Terindah Toleransi (K-NTT) ini adalah perkumpulan orang-orang yang peduli terhadap eksistensi kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Sebab, toleransi bagi K-NTT bukan hanya milik satu golongan umat beragama, tetapi milik semua golongan dan berlaku untuk semua pemeluk agama. Untuk itu tugas maha besar kita adalah mewariskan toleransi bukan kekerasan.