Jakarta – Jaringan Aktivis Muda Nusantara ( JAMNUSA) menyelenggarakan kegiatan webinar dengan Tema : “Peran Generasi Muda Dalam Melawan Hoaks di Tengah Pandemi”

Menurut Koordinator Nasional Jaringan Aktivis Muda Nusantara ( JAMNUSA ), Hisar Sitompul, webinar ini merupakan bentuk keprihatinan Generasi muda melihat banyaknya hoax di masyarakat terutama di tengah penanganan pandemi COVID-19. “Lewat Webinar Ini kami berharap masyarakat khususnya generasi milenial ikut berperan dalam menangkal hoax-hoax di masyarakat terutama yang berkaitan dengan Pandemi COVID-19”, Ucap Hisar.

Dalam webinar ini hadir sebagai pembicara adalah Dr. Jerry Massie ( Direktur Eksekutif P3S ), Taufan Hunneman ( Sekjen Fornas Bhinneka Tunggal Ika ), Muhammad Natsir ( Forum Komunikasi Santri Indonesia ), Andi Maruli Panjaitan ( Sekjen DPN PERMAHI ) dan Indrawanto Paningaran ( Ketua Bidang Media dan Komunikasi PP GMKI ).

Dalam pemaparannya, Dr. Jerry Massie menyayangkan dengan masih adanya generasi muda yang terpengaruh informasi hoaks COVID-19.

“Di tengah pandemi ini, sangat disayangkan masih ada anak muda yang mudah dipengaruhi oleh informasi hoax, sebagai generasi milenial apabila menerima informasi seharusnya dicari tahu dulu kebenarannya, dari mana sumbernya, lalu siapa penyebarnya,”ujar Jerry Massie selaku Direktur Eksekutif P3S.

Jerry juga menekankan bahwasannya Generasi milenial harus jadi garda terdepan dalam melawan informasi hoax serta mengedepankan konten – konten yang berkualitas dan menginspirasi.

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Bapak Taufan Hunneman yang menyampaikan bahwa hoax adalah pembunuhan karakter dan upaya memunculkan ketidakpercayaan kepada kelompok tertentu. “Hoax dimunculkan dengan motif kekuasaan jangka pendek”.
Taufan juga menyampaikan bahwa perlu peran anak muda untuk mengedepankan pemikiran dan narasi tentang keberagaman Indonesia. “Anak Muda Indonesia harus menggaungkan Pancasila sebagai tujuan jangka panjang bangsa Indonesia”.

Selanjutnya pemaparan oleh Muhammad Natsir, Ketua Forum Komunikasi Santri Indonesia, yang mengatakan bahwa banyak hoax yang membenturkan antara agama dan masyarakat. “Hoax-hoax ini merusak stabilitas politik dan mengganggu perjalanan bangsa”. Selain itu perlu upaya dari pemuda, santri dan tokoh masyarakat untuk menepis hoax.

Pemaparan selanjutnya disampaikan Andi Maruli Panjaitan yang menyampaikan jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia mencapai 160 juta jiwa. “Sehingga sangat penting bagi masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial”. Andi juga menyampaikan bahwa banyak pengguna media sosial yang tidak menggunakan etika yang baik. ” Sehingga perlu peran pemuda untuk meningkatkan literasi media sosial di masyarakat “.

Dan selanjutnya pemaparan oleh Indrawanto Paningaran, Ketua Bidang Media dan Komunikasi PP GMKI menyampaikan bahwa anak muda kaum milenial berasa pada lingkup kehidupan yang melibatkan teknologi. “Hoax dan COVID-19 hampir sama, jika tidak dibatasi akan semakin berkembang dan menyebar”.
Menurut Indrianto perlu menggalakkan 5M untuk mencegah hoax yaitu : Membuka informasi, Membaca buku, Menggali kebenaran, Mengkritik dan Merespon.