Oleh : Arkilaus Baho
Jubir DPP PRIMA Urusan Papua & Papua Barat
 
Otsus, gula gula politik atasi tuntutan merdeka. Gula gula tadi dilahap habis sama oknum pejabat lokal sampai pusat. Padahal produk tipu daya itu, awalnya pancing masyarakat untuk diam. Yang terpancing malah bos bos kita. Sudah terpancing, mereka baku kumpul kekuasaan dan uang bikin oligarki lokal.
 
Elit senang-senang tetap nikmati otsus.  Elit susah teriak DOB. Semuanya hanya berpikir bagaimana uang dan kekuasaan melanggengkan kuasa suku, keluarga dan kerabat.
 
Sekarang pusing. Yang di pusat otak atik bagaimana caranya, agar dana basah itu dinikmati di pusat, jangan hanya di daerah. Maka, bikin evaluasi, kewenangan ditarik ke pusat
 
Karena tidak ada dasar hukum korupsi untuk dana otsus, maka menkopolhukam memainkan pion politis. Politik sabotase baku dapat dengan politik hukum. Baku sandera.
 
Kue otsus tadi mau dinikmati oleh oligarki yg mana? Itu yang sekarang baku tarik bicara evaluasi tetek bengek. 
 
Saya tra yakin penegakan hukum korupsi soal otsus akan berhasil. Tapi itu hanya gertak menggertak antar kaum segelintir alias rezimsatupersen.
 
Hapus kebijakan lips service politik di Tanah Papua. Bangun Papua sesuai nilai-nilai Pancasila. Bangsa Papua harus berdaulat kedalam NKRI. Jangan biarkan kami terus berada di teras rumah Indonesia.