JAKARTA – Guru besar┬ábidang Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Padjadjaran, Prof Keri Lestari menyampaikan bahwa Indonesia perlu memperkuat 3T (testing, tracing dan treatment), selain 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak aman).

“3T perlu diperkuat, kalau 3T ini tidak kuat, maka kita tidak bisa mengatasi pandemi. Jadi selain 3M maka kita perkuat 3T tadi,” kata Prof Keri dalam diskusi online dengan tema “Quo Vadis Penanganan Pandemi Covid 19?” yang digelar oleh Indonesian Public Institute (IPI), Selasa (16/2/2021).

Yang masih kurang di Indonesia saat ini adalah kecepatan tingkat testing terhadap reaksi COVID-19.

“Jangan testing hasilnya muncul 3-4 hari, mereka berpotensi bisa berkeliaran dan bisa menulakan ke orang lain,” tuturnya.

Oleh karena itu menurutnya, tingkat kecepatan proses testing menjadi kunci kuat pemutusan mata rantai penyebaran virus korona.

“Testing kalau bisa dilakukan lebih cepat, maka orang akan cepat diberikan keputusan apakah diisolasi atau tidak,” tegasnya.

Prof Keri juga menyampaikan, bahwa Indonesia masih kalah jauh dengan India dalam persoalan kuantitas testing COVID-19.

“India mampu melakukan 5,2 juta test setiap minggunya. Indonesia belum mampu sampai 5 juta per bulan,” paparnya.

Ia sangat berharap agar persoalan testing benar-benar menjadi perhatian serius seluruh kalangan khususnya pemerintah pusat. Apalagi, testing dinilainya menjadi kunci kuat apakah Indonesia mampu segera menyudahi pandemi COVID-19 atau tidak.

“Test PCR dan vaksinasi bukan kepentingan individu tapi kepentingan negara. Saya juga mengapresiasi pemerintahan Presiden Jokowi untuk menggratiskan vaksin, ini bagus karena ini kepentingan untuk menanani pandemi COVID-19,” sambungnya.

Namun begitu, ia tetap optimis bahwa pandemi COVID-19 akan bisa segera diatasi oleh pemerintah, apalagi sejauh ini kepedulian semua komponen yang ada termasuk tim riset terbaik di dalam negeri bekerja keras dan saling bergotong royong menciptakan invosi yang bisa digunakan untuk menanggulangi pandemi tersebut.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa tren kebahagiaan masyarakat saat ini seharusnya bukan jalan-jalan ke tempat keramaian seperti mall dan sebagainya. Melainkan berkumpul bersama keluarga di dalam rumah.

Dan terakhir, Prof Keri memberikan catatan penting, bahwa kunci penanganan pandemi COVID-19 adalah semaksimal mungkin memutus mata rantai penularan virusnya. Jika ini bisa dilakukan dengan baik secara masif oleh seluruh komponen masyarakat, maka pandemi akan segera usai.

“Kalau kita mau tangani pandemi, maka penularannya harus diperlambat atau dihambat.Pakai 3M, 3T dan vaksinasi adalah kombinasi untuk memperlambat penularan, sehingga pandemi melambat dan kemudian ekonomi bisa bergerak meningkat,” pungkasnya.