Rimenews.id – Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto berharap gebrakan program prioritas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang disebut “Presisi” bisa menyentuh pada upaya pencegahan covid-19.

“Terkait pandemi, konsistensi penegakan hukum harus terus ditekankan pada jajarannya. Ini juga terkait dengan pengawasan dalam penegakan protokol kesehatan tersebut,” tegas Bambang Rukminto, hari ini.

Karena, menurut dia, sudah bukan rahasia lagi bila semakin banyak aturan, artinya banyak peluang untuk “mempermainkan” aturan. Harus bisa menekan praktek pungli. Selain itu, kata dia, pengawasan anggaran pelaksanaan penanganan Covid-19 juga harus makin diperketat.

“Peluang kejahatan ekonomi khusus dan korupsi di tengah pandemi ini juga makin besar seiring anggaran belanja pemerintah yang sangat besar. Makanya ini juga harus segera menjadi prioritas. Mengingat sudah setahun pandemi juga membuat ekonomi masyarakat makin tertekan,” bebernya.

Soal ketercapaiannya menuju 100 hari program prioritas “Presisi” Kapolri, Bambang Rukminto berpesan agar jargon “Presisi” tidak hanya sebatas konsep semata namun bisa di implementasikan. “Kasus kematian Maher atau Soni di tahanan Bareskrim kemarin harusnya juga jadi cambuk bagi Kapolri bahwa prediktif, responsibilitas, transparansi berkeadilan sampai saat ini masih sebatas jargon. Belum ada langkah-langkah konkrit untuk mengimplementasikan,” bebernya.

Bambang menambahkan dengan tongkat komando Kapolri, Jenderal Listyo mempunyai kewenangan penuh untuk mengimplementasikan program Presisinya. “Seberapa besar niat dan integritas pak Listyo untuk benar-benar membuat kebijakan yang menunjang jargon dan program-program yang sudah disampaikan,” tukasnya.