Bali – Selasa (9/2) Ternyata tidak semua mahasiswa Papua yang melakukan studinya di Bali menginginkan Tolak Otsus di Papua. Beberapa mahasiswa di Bali jelas menyampaikan secara tegas keinginannya untuk mendukung upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan dan ketertinggalan di Papua.

Otsus Papua jilid II yang dibutuhkan oleh masyarakat Papua, karena hanya dengan Otsus ini masyarakat Papua merasa diperhatikan oleh pemerintah RI. “Terima kasih pak Jokowi atas Otsus ini” ucap salah satu mahasiswa Universitas Udayana. “Saya kuliah di Bali sudah 2 tahun, disini saya rasakan keberagaman dan tingginya rasa toleransi.

Saya sebagai mahasiswa asli Papua tidak mendukung AMP yang selalu koar-koar untuk Tolak Otsus dan referendum”, dalam wawancara singkat terhadap salah satu mahasiswa di universitas ternama di Bali ini disampaikan bahwa aksi unjuk rasa oleh AMP tidak mewakili mahasiswa Papua yang ada di Bali. Menurutnya lebih banyak yang tidak bergabung dalam AMP daripada yang tergabung di dalamnya. “Saya anak Papua tapi Saya tolak AMP” imbuh mahasiswa yang setiap harinya kerap menggunakan tas noken ini.

Terkait dengan adanya spanduk dukungan mahasiswa Papua untuk mendukung Otsus dirinya tidak tahu menahu, dan belum melihat spanduk itu. Namun apabila dia melihat, dirinya akan mendukung dengan sepenuh hati.

Beberapa hari yang lalu sempat tertempel spanduk dari Mahasiswa Papua yang mendukung dan siap mengawal Otsus menuju Papua yang maju dan mandiri. Spanduk berada di titik strategis sekitar Renon yang selama ini selalu menjadi lokasi aksi unjuk rasa oleh mahasiswa Papua yang menolak Otsus dengan nama Petisi Rakyat Papua atau Aliansi Mahasiswa Papua / AMP.