Rimanews.id – Puluhan massa aksi yang mengatasnamakan diri Forum Santri Nasional (FSN) menggelar aksi unjuk rasa di perempatan MTQ, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dalam aksinya, mereka menyatakan menentang keberadaan dan eksistensi organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang nyata-nyata tidak sejalan dengan Pancasila sebagai ideologi asli bangsa Indonesia.

“Kami atasnama Forum Santri Nasional menyatakan menolak hadirnya ormas yang tidak menerima Pancasila sebagai ideologi bangsa,” kata koordinator lapangan, Muhammad Fajrin Al Kautsar dalam orasinya, Selasa (22/12/2020).

Kemudian, Fajrin juga menyerukan kepada siapapun agar mengedepankan persatuan dan kesatuan, bukan malah menciptakan polarisasi dan pecah-belah antar anak bangsa.

“Kami imbau kepada siapapun untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas NKRI,” serunya.

Dan ia pun menyerukan pula kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah menerima informasi yang tidak jelas asal usulnya, apalagi ikut menyebarkan informasi yang nyata-nyata hanya bentuk propaganda dan hoaks.

“Menghimbau untuk tidak terprovokasi oleh isu hoaks yang gencar muncul di media sosial,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fajrin juga menyatakan, bahwa Forum Santri Nasional juga mendukung penuh lembaga penegak hukum yakni Kepolisian untuk memproses tuntas seluruh perkara hukum yang ada di Indonesia. Termasuk kasus-kasus yang berpotensi merusak tatanan sosial.

“Menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kepada Mabes Polri terkait beberapa kasus Nasional yang menyangkut upaya untuk merongrong keutuhan NKRI,” tutupnya.

Aksi tersebut berlangsung dengan damai dan tertib. Mereka juga tetap mengindahkan protokol kesehatan sepanjang berjalannya aksi tersebut.