JAKARTA – Pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) yang menyerang Menko Polhukam Mahfud MD terkait pemicu kerumunan massa Habib Rizieq Shihab memunculkan polemik. Adakah motif tertentu dari Ridwan Kamil?

Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai, pernyataan RK tidak steril dari motif lain. Karyono menilai, di balik pernyataan RK ini juga menimbulkan multitafsir. Sama seperti pernyataan RK yang menyebut pernyataan Mahfud mengizinkan penjemputan Rizieq Shihab telah menimbulkan banyak tafsir.

Dia menganggap, dalam perspektif publik, pernyataan RK yang menyasar Mahfud secara terbuka di depan media tentu bisa dibaca bahwa pernyataan bukan spontanitas. Boleh jadi sudah disiapkan sebelum menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Jawa Barat. Apalagi, publik mengetahui RK ada hasrat untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2024 . Dalam konteks ini dapat dibaca bahwa bisa jadi RK sedang berselancar dalam panggung politik nasional.

“Jika dibaca dalam perspektif analisis korelasi, pernyataan RK beririsan dengan sentimen kelompok tertentu yang tengah membidik Mahfud karena ketegasannya menghadapi kelompok radikal garis keras, meskipun konteks serangan RK lebih kepada soal diskresi kebijakan yang dibuat Mahfud dalam hal kepulangan Rizieq Shibab,” kata Karyono