JAKARTA – Muhammadiyah meminta agar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menegur kerumunan yang terjadi di acara Habib Rizieq Syihab. Muhammadiyah menilai kegiatan yang tidak mematuhi protokol kesehatan harus ditertibkan.

“Aparatur pemerintah, khususnya satgas COVID-19, seharusnya berani menegur dan menertibkan semua acara yang tidak mematuhi protokol, termasuk acara Habib Rizieq Syihab,” ujar Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti kepada wartawan, Jumat (13/11/2020).

Aktivis Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana menilai kerumunan massa tersebut justru bukanlah massa nya. Namun, ia mengklaim kerumunan massa tersebut bukti adanya animo masyarakat.

“Itu kan bukan massa dia, itu animo masyarakat. Sebanyak itu massa kan bukan dari massa dia saja, tapi juga dari masyarakat yang sepakat dengan garis perjuangannya,” kata Eggi, hari ini.

Dikatakan Penasehat Forum Komunikasi Keluarga Purnawirawan Baret Merah (FKKPBM) itu, posisi kritikan Muhammadiyah itu tidaklah tepat pada HRS. Dengan demikian tidak bermaksud membela diri tapi itu lebih ke yang adil.

“Bahwa animo masyarakat yang mencintainya, mendukungnya, garis perjuangannya, atau simpatisannya. Terus kesalahan HRS apa? Juga sisi lain bandingannya coba, kalo Jokowi datang ke suatu daerah, orang Berkerumun tuh. Bagaimana? Malah Jokowi lemparin makanan lah, bungkusan lah apa lah. Kenapa gak dikritik sama Muhammadiyah tuh Jokowi?,” bebernya.

Kata Eggi, kenapa gak egaliter berpikirnya, kenapa Jokowi tidak dikritik. Dan sering mengumpulkan massa apalagi Pilkada yang sebentar lagi ada didepan mata.

“Pilkada kan ngumpulin orang banyak tuh, kok nggak dikritik sama Muhammadiyah? Jadi janganlah berpikir gak adil. Kita sesama kok gitu. Tapi itu kan menurut saya, pemikiran orang modern. Itu terbesar loh, di dunia gak ada tuh orang dijemput kayak gitu loh, aman lagi gak ada kerusuhan gak ada apa, ya kan Sampai detik ini tidak ada yang bisa menandingi situasi itu, nah itu kan harusnya didukung,” tandasnya.