DEPOK – Paguyuban Pencak Silat Cahaya Perigi menyatakan sikap dan mendeklarasikan siap menjaga keamanan dan ketertiban serta menolak kegiatan anarkisme.

“Kami Paguyuban Pencak Silat Cahaya Perigi berkomitmen menjaga kamtibmas dan anti anarkisme,” ungkap Ki Latip bin saiyan bin Muhali selaku pelopor ilmu bela diri yang merupakan warisan turun temurun, 18 Oktober 2020.

Menurutnya, kegiatan anarkis dengan perusakan fasilitas umum merugikan kepentingan masyarakat umum. Makanya, pihaknya mengecam aksi demo yang berujung kerusuhan dan anarkis tersebut.

“Tetap jaga ketertiban, demo silahkan tapi jangan anarkis,” ujarnya lagi.

Dia berpesan kepada kaum muda atau generasi milenial bisa memanfaatkan momentum hari sumpah pemuda 28 Oktober sebagai tonggak membangun persatuan, bukan perpecahan merusak fasilitas umum.

“Jadikan spirit untuk membangun persatuan, bukan aktivitas anarkis. Mari bersama-sama suarakan keamanan dan ketertiban,” jelasnya.

Makanya, Ki Latip mengajak generasi muda untuk mencontoh ilmu bela diri yang dia gelutinya itu. Dengan mengedepankan ilmu agama, yakni menghindari pertikaian dalam menyelesaikan suatu permasalahan dan melarang arogansi.

“Paguyuban ini yang berlokasi di Kelurahan Bedahan Sawangan Kota Depok memiliki anggota lebih dari 100 orang yang tersebar diseluruh Kecamatan Kota Depok. Paguyuban ini berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Depok, terutama dalam pelaksanaan Pilkada di kota Depok tahun 2020,” pungkasnya.