JAKARTA – Kelompok mahasiswa mengatasnamakan dirinya Koalisi Mahasiswa Anti Teror (KMAT) berunjuk rasa di Patung Kuda Indosat, Senin (12/10/2020).

Mereka menolak gerakan pemecah belah bangsa dan mengajak semua elemen masyarakat bersikap optimis untuk menjadikan masalah sebagai sebuah peluang untuk bergerak bersama menuju Indonesia maju.

“Ditengah Pandemi covid 19, kami menyayangkan keberadaan massa Barisan Oposisi Merah Putih (BOM) besutan Egi Sudjana yang sering menyampaikan narasi yang diduga hoaks dan provokatif, sehingga sangat mengganggu pemerintahan yang sah,” tegas Koordinator Aksi Gandhi.

Dia menyayangkan adanya massa BOM saat HUT RI ke 75 tak melambangkan semangat persatuan. Justru kehadirannya dinilai memecah belah kesatuan Indonesia dengan narasi-narasi provokatif. Bahkan hoaks juga kerap gentayangan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“Bisa jadi kecurigaan Menko Perekonomian Airlangga Hartanto dibalik demo anarkis penolakan Omnibus Law, salah satunya ada pada mereka,” ujar Gandhi yang mengaku mengetahui informasi tersebut dari sesama mahasiswa yang ikut demo tolak Omnibus Law pada Kamis, 8 September 2020 di Jakarta.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya meminta pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas dalang demo anarkis Omnibus Law agar tidak terjadi perpecahan di masyarakat.

“Karena itu, dengan sangat tegas kami minta Kepolisian untuk mengusut dugaan tersebut, agar aksi-aksi buruh tidak ditunggangi,” pungkasnya.