JAKARTA – Ketua Ahokers, Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro mengimbau Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno mengurusi partainya saja, daripada mengurusi Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Terutama soal langkah tegas Ahok ingin melakukan audit kilang perusahaan.

“Sekjen PAN ini urus saja partainya biar jadi besar, biar jangan jadi partai kerdil terus,” kata Norman, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/9/2020).

Hal ini disampaikan, karena Wasekjen PAN Soeparno mengkritik Ahok dengan menilai, Ahok mengumbar masalah Pertamina ke publik. Sebab semestinya Ahok menyelesaikan masalah melalui mekanisme internal Pertamina.

Norman menekankan, hal yang perlu
Eddy Soeparno ketahui, Ahok sudah memiliki kredibilitas yang tak diragukan di republik ini terutama dalam menjalankan tugas yang diembankan. Untuk itu, ia kembali menekankan sebaiknya Eddy Soeparno intropeksi diri mengurus sejumlah kader PAN yang bermasalah.

Lantaran ada kader-kadernya yang bermasalah, seperti dua gubernur yaitu Zumi Zola (Jambi) dan Nur Alam (Sulawesi Tenggara) dan wakil ketua DPR Taufik Kurniawan.

“Ahok ini kan sebagai komisaris, dia kan orang yang ingin bersih didalam itu. Bahwa pertamina itu kan dari dulu tempatnya sarang iblis. Jadi Ahok itu kan kesana untuk membenahi. Jadi harus tau itu. Wong kader PAN saja banyak masalah. Jadi itu kritik salah alamat,” tandasnya.